PASURUAN, Radar Bromo- Hujan deras di wilayah hulu Kabupaten Pasuruan, membuat debit sejumlah sungai meninggi. Sabtu (17 /1) sore, dua sungai meluap. Membuat ribuan rumah warga di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan, kebanjiran.
Dua sungai itu adalah Sungai Rejoso di Kecamatan Winongan dan Sungai Laweyan di Kecamatan Nguling. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, hujan deras di wilayah hulu Pasuruan terjadi sejak pukul 15.00 sampai malam. Lamanya durasi hujan membuat debit air dua sungai meninggi.
Sekitar pukul 17.00-18.00, Sungai Rejoso dan Sungai Laweyan mulai meluap. Luapannya menggenangi ribuan rumah di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Nguling, Winongan, dan Kecamatan Grati. Sekitar pukul 23.00, air di sejumlah wilayah mulai surut. “Di wilayah Lumbang, Pasuruan, hujan deras. Debit dua sungai akhirnya meninggi sampai meluap,” katanya.
Ketinggian genangan air di setiap wilayah tidak sama antara 40 sentimeter sampai 1 meter lebih. Sugeng mengatakan, tidak semua desa di tiga kecamatan terdampak. Dari tiga kecamatan itu, ada 2.261 rumah yang terdampak. (Selengkapnya lihat grafis)
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Anton Dharma mengatakan, air yang menggenang di wilayah Winongan dan Grati karena luapan Sungai Rejoso. Luapan terjadi di wilayah Kecamatan Winongan.
Sedangkan, di wilayah Nguling, dikarenakan adanya tumpukan kayu di bawah jembatan wilayah Dusun Gunungan, Desa Nguling. Deras dan tingginya air membuat arus meluap hingga ke permukiman. Ia mengaku belum mendapatkan laporan adanya tanggul jebol. “Sampai saat ini (Minggu 18/1, siang) kami masih melakukan pemantauan,” katanya. (zen/rud)
Sungai Rejoso-Sungai Laweyan Pasuruan Butuh Tanggul dan Normalisasi
SUNGAI Laweyan, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, mulai meluap sekitar pukul 17.00. Luapan itu berasal dari tepi sungai wilayah Dusun Gunungan, Desa Nguling. Di sana meluap lantaran tidak ada tanggul.
“Karena tidak ada tanggul. Kami sudah mengajukannya sejak 2017. Karena di sana rawan sekali terjadi luapan banjir,” ujar Kepala Desa Nguling, Edy Suyitno, Minggu (18/1).
Menurutnya, banjir luapan sungai menggenangi empat dusun di Desa Nguling. Ada sekitar sekitar 650 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Ketinggian genangan mencapai antara 1 sampai hampir 1,4 meter. Genangan baru surut Sabtu (17/1), sekitar pukul 00.00. Namun, di wilayah utara sampai Minggu pagi ketinggian air antara 20 sampai 30 sentimeter.
Selain pembangunan tanggul, menurut Edy, sungai membutuhkan normalisasi. Sebab, setiap terjadi banjir akan menimbulkan kedangkalan sungai. Sampah di wilayah hulu yang terbawa arus bila tersangkut di wilayah sungai, akan membangun sedimen. Lama-lama membesar. “Jadi, luapan itu dangkal dan tidak adanya tanggul,” katanya.
Pernyataan senada disampaikan Kepala Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Lukman Hakim. Menurutnya, sungai harus rutin dinormalisasi. Karena, setiap air yang mengalir membawa sampah dan potongan kayu. Jika menyangkut, akan membangun sedimen hingga membesar.
Lukman mengaku sudah berupaya melarang warganya membuang sampah ke sungai. Beberapa lama sudah semakin menyadarkan masyarakat, namun sungai tetap dipenuhi sampah. “Kemungkinan dari wilayah lainnya membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Ketika menyisiri Sungai Rejoso pada 2024, Lukman mengatakan, terdapat 15 sedimen besar di tengah tubuh Sungai Rejoso. Membuat sungai makin sempit. Akhirnya meluap. Sabtu malam, ada dua dusun yang kebanjiran. Dusun Jetis dan Margoutomo. Ketinggiannya air antara 20 sampai 40 sentimeter.
“Kalau Sungai Rejoso meluap ini awet. Di Sungai Prodo gak meluap walaupun banjir. Tapi, airnya dikirim ke Sungai Rejoso,” ujarnya.
Menurutnya, tanggul di Sungai Prodo, sudah banyak tergerus. Antara 15 meter sampai 20 meter. Menurutnya, dalam tempo waktu 1 sampai 2 tahun, jika dibiarkan akan jebol. “Warga saya minta jangan sampai membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Di wilayah Kecamatan Grati, durasi tergenang air dari luapan air sungai hanya sebentar. Setelah banjir surut, genangan mengikuti surut. “Hanya sebentar. Beberapa jam kemudian surut,” ujar Kapolsek Grati Iptu Prasetyo. (zen/rud)
*RIBUAN KK TERDAMPAK BANJIR*
*Kecamatan Nguling*
Desa Nguling 340 KK
Dusun Pendean, Guntengan, Pasar, dan Dusun Gunungan.
Desa Penunggul 370 KK
Dusun Sawahan dan Dusun Pesisir
Desa Mlaten 651 KK
Dusun Pesisir, Krajan, dan Dusun Buyuk
*Kecamatan Winongan*
Desa Bandaran 380 KK
Dusun Bandaran Lor, Mayangbang, Karangtanjung, Karang Makam, Talang Kulon, dan Dusun Gambiran
Desa Winongan Lor 145 KK
Dusun Tokwiro dan Dusun Karangsono
Desa Winongan Kidul 75 KK
Dusun Cokrpaten, Serambi, dan Dusun Kebondalem
Desa Prodo 75 KK
Dusun Margo Utomo
*Kecakatan Grati*
Desa Kedawungkulon 175 KK
Dusun Kebrukan, Adigoro, Joyo Mulyo, Magersari, dan Dusun Tugu
Desa Kedawungwetan 50 KK
Dusun Kajarkuning
Editor : Fahreza Nuraga