Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Material Longsor di Tutur Pasuruan Ancam Akses Warga, Petugas dan Warga Berjibaku Membersihkan

Rizal Syatori • Minggu, 11 Januari 2026 | 22:09 WIB
BERSERAKAN: Material longsor yang berserakan dan sempat menutup sungai hingga jalanan penghubung Andonosari dengan beberapa wilayah yang ada di Tutur.
BERSERAKAN: Material longsor yang berserakan dan sempat menutup sungai hingga jalanan penghubung Andonosari dengan beberapa wilayah yang ada di Tutur.

TUTUR, Radar Bromo - BPBD Kabupaten Pasuruan bersama Perhutani dan warga, berjibaku untuk membersihkan material longsor di kawasan hutan lindung Desa Andonosari, Kecamatan Tutur.

Hal ini dilakukan, agar material longsor yang ada, tidak memicu masalah lebih parah.

Pembersihan berlangsung hingga Minggu (11/1). Jalanan dan jembatan yang tertimbun material longsor dibersihkan. Agar warga kembali bisa memanfaatkan akses yang ada.

Kepala Desa Andonosari, Akhmad Pujianto mengungkapkan, banjir bandang terjadi Kamis (8/1) lalu.

Hujan deras yang mengguyur membuat kayu, lumpur hingga batu, terseret air.

BERSIHKAN: Gabungan personel BPBD Kabupaten Pasuruan, Perhutani dan warga saat bahu membahu membersihkan material longsor.
BERSIHKAN: Gabungan personel BPBD Kabupaten Pasuruan, Perhutani dan warga saat bahu membahu membersihkan material longsor.

Akibatnya, akses sungai di bawah jembatan desa setempat, tersumbat material longsor.

Tak hanya itu, jalanan pun tertimbun lumpur. “Jika tidak dibersihkan, akan mengganggu akses warga. Bahkan bisa terputus. Belum lagi, ancaman bahaya lain,” ungkapnya.

Pembersihan dilakukan langsung keesokan harinya (9/1). Pebersihan material tersebut tidak mudah.

Karena itu, membutuhkan waktu yang tak sebentar. Karena banyaknya kayu, yang berserakan.

Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper) Lawang Timur, Fachri Abdillah, menuturkan material longsor berupa tanah dan pohon turun ke sungai, dan terbawa aliran sungai.

Ia membantah, jika gelondongan kayu itu, merupakan hasil tebangan.

“Gelondongan kayu di lokasi yang menyumbat aliran sungai dan jembatan, serta meluber ke akses jalan, bukanlah tebangan. Melainkan roboh diterjang angin kencang, dan sudah lapuk," terangnya.

Jenis kayu yang terbawa aliran sungai, beragam. Mulai pinus, terete, anggrung, salam krikil, gondang dan lain-lain. Lokasinya berada di kawasan hutan lindung.

"Kayu-kayu tersebut kami evakuasi ke kantor KRPH Nongkojajar di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur," ujarnya. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pasuruan #banjir bandang #longsor #bencana