TUTUR, Radar Bromo - BPBD Kabupaten Pasuruan bersama Perhutani dan warga, berjibaku untuk membersihkan material longsor di kawasan hutan lindung Desa Andonosari, Kecamatan Tutur.
Hal ini dilakukan, agar material longsor yang ada, tidak memicu masalah lebih parah.
Pembersihan berlangsung hingga Minggu (11/1). Jalanan dan jembatan yang tertimbun material longsor dibersihkan. Agar warga kembali bisa memanfaatkan akses yang ada.
Kepala Desa Andonosari, Akhmad Pujianto mengungkapkan, banjir bandang terjadi Kamis (8/1) lalu.
Hujan deras yang mengguyur membuat kayu, lumpur hingga batu, terseret air.
Akibatnya, akses sungai di bawah jembatan desa setempat, tersumbat material longsor.
Tak hanya itu, jalanan pun tertimbun lumpur. “Jika tidak dibersihkan, akan mengganggu akses warga. Bahkan bisa terputus. Belum lagi, ancaman bahaya lain,” ungkapnya.
Pembersihan dilakukan langsung keesokan harinya (9/1). Pebersihan material tersebut tidak mudah.
Karena itu, membutuhkan waktu yang tak sebentar. Karena banyaknya kayu, yang berserakan.
Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper) Lawang Timur, Fachri Abdillah, menuturkan material longsor berupa tanah dan pohon turun ke sungai, dan terbawa aliran sungai.
Ia membantah, jika gelondongan kayu itu, merupakan hasil tebangan.
“Gelondongan kayu di lokasi yang menyumbat aliran sungai dan jembatan, serta meluber ke akses jalan, bukanlah tebangan. Melainkan roboh diterjang angin kencang, dan sudah lapuk," terangnya.
Jenis kayu yang terbawa aliran sungai, beragam. Mulai pinus, terete, anggrung, salam krikil, gondang dan lain-lain. Lokasinya berada di kawasan hutan lindung.
"Kayu-kayu tersebut kami evakuasi ke kantor KRPH Nongkojajar di Desa Wonosari, Kecamatan Tutur," ujarnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin