BUGUL KIDUL, Radar Bromo - Pembangunan kawasan wisata Makkah, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul belum sepenuhnya selesai.
Pemkot Pasuruan berencana melanjutaknnya. Di tahun ini anggaran sebesar Rp 15 miliar bakal digelontor untuk lanjutan pembangunannya tahun ini. Usulan ini diperuntukkan bagi segmen 1 dan 2.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) kota Pasuruan, Dyah Ermitasari menuturkan, pihaknya berencana melanjutkan pembangunan kawasan tematik Makkah tahun ini.
Usulan Rp 15 miliar sudah disampaikan ke Pemprov Jatim. Ini untuk menggarap segmen 1 dan 4 yang belum tergarap.
Pihaknya juga sempat mendatangi Dinas Pariwisata Provinsi Jatim agar usulan bisa diterima.
Namun dinas pariwisata menyampaikan tetap akan dikembalikan pada kemampuan anggaran pemprov. Mengingat pemprov juga mengalami pemotongan tranfer keuangan daerah (TKD).
"Kalau menggunakan APBD pemkot tentu tidak mungkin karena anggaran kami terbatas. Dan pemprov bilang mau bantu tapi menyesuaikan," katanya.
Mita-sapaannya tahun lalu, pihaknya sempat mengusulkan anggaran 21 miliar untuk segmen 1 dan 2. Namun usulan ini tidak turun.
Sehingga, pihaknya fokus pada pemanfaatan dana sisa lebih penganggaran di tahun 2024 sebesar Rp 1,3 miliar. Kebetulan, ada sisa dari lelang pembangunan segmen 3.
Pada 2024, pemkot mendapatkan Rp 15 miliar dari pemprov untuk melanjutkan segmen III. Pelaksana saat itu, PT Elang Mitra Regantama asal Kota Surabaya menawar Rp 13,7 miliar. Uang lebih penawaran inilah yang akan digunakan untuk membangun lahan parkir.
"Tahun lalu, kami hanya membangun lahan parkir ini sudah rampung. Selesai tepat waktu, akhir desember itu," jelas Mita.
Ia menyebut kawasan Makkah ini adalah proyek multiyears. Terdiri dari empat segmen. Sejauh ini yang telah digarap baru segmen 3 berupa miniatur Kakbah, Masjid Khas Krampyangan dan areal pejalan kaki.
Namun segmen 3 ini belum rampung. Masih perlu membangun taman Makkah. Selain itu tempat parkir juga belum sempurna. Perlu penambahan lagi. Segmen 1, 2 dan 4 belum tergarap.
Segmen 1 berupa taman olahraga hobi, segmen 2 berupa taman bermain anak dan segmen 4 berupa agro wisata.
"Yang baru tergarap itu segmen 3, itu juga belum sempurna. Sementara tiga segmen lainnya belum tergarap," tutur Mita.
Jika usulan diterima, masih belum bisa menyelesaikan segmen 1 dan 2. Hanya bisa menggarap segmen 1 dan sebagian segmen 2.
Segmen 1 melengkapi fasilitas kios food court, sarana bermain dan olahraga hobi. Sementara segmen dua dibangun areal sepak bola, jogging track, hingga sarana skate park.
"Yang jelas usulan sudah disampaikan. Kami masih menunggu dari pemprov. Jika turun di transfer ke kas daerah," jelas Mita. (riz/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni