KRATON, Radar Bromo-Identitas pria yang menabrakkan diri ke kereta api (KA Ranggajati) saat melintas di Kraton, Kabupaten Pasuruan akhirnya terungkap.
Itu setelah Unit Reskrim Polres Pasuruan Kota mengindentifikasi identitas korban melalui jari korban.
Korban yang tertabrak di KM 59+6/7 Petak Bangil – Pasuruan di Dusun Ngemplak, Desa/ Kecamatan Kraton itu diketahui berinisial MZA, 20 asal Kelurahan/ Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Petugas kepolisian lalu menghubungi perangkat kelurahan setempat. Setelah ketemu keluarga, rupanya korban memang benar merupakan warga Kelurahan Bugul Kidul.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengungkap, pada jenazah korban, jemarinya masih utuh.
Hingga akhirnya pihak kepolisian melakukan identifikasi melalui jari. Disana terungkap identitas korban.
“Kami melakukan identifikasi jari. Karena jari masih utuh dan terungkap,” ujarnya.
Keluarga kemudian memastikannya ke di Kamar Jenazah RSUD Bangil. Dan pada akhirnya identitas korban terungkap pada pukul 23.00. “Jenazah sudah dibawa pulang,”ujarnya.
Lalu apa alasan korban nekat menabrakkan diri ke KA Ranggajati? Sejauh ini polisi masih belum bisa menyimpulkannya.
Dari korban, polisi mengamankan sepasang sandal slop warna hitam, merk Ripcurl. Topi hitam, bertuliskan Fox RedBull dan tas selempang warna hitam yang di dalamnya terdapat Charger Handphone warna putih, parfum, sabun muka dan earphone.
“Korban sudah dijemput keluarga. Korban luka parah bagian kepala,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Kereta Api RANGGA JATI Jurusan Cirebon - Jember melintas dari arah barat, di RT 1/RW 6 Dusun Ngemplak, Desa/Kecamatan Kraton, korban dari arah timur berlari menuju ke arah KA dengan menabrakkan diri.
Masinis Kereta Api sempat membunyikan Semboyan 35 dan Kereta Api berhenti selama 5 menit.
Selang beberapa menit Petugas dari Polsek Kraton, Koramil Kraton. Petugas Medis RSUD Bangil datang ke lokasi untuk menjemput jenazah korban. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi