Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Khusus untuk Momen Ini, Dishub Kota Pasuruan Atur Nyala Traffic Light Kebonagung Menjadi Tiga Fase

Fahrizal Firmani • Rabu, 24 Desember 2025 | 17:45 WIB
AKAN DIATUR: Rambu traffic light Kebonagung, Kota Pasuruan yang akan diatur menjadi tiga fase saat Nataru. Langkah ini dilakukan, untuk mencegah terjadinya kemacetan.
AKAN DIATUR: Rambu traffic light Kebonagung, Kota Pasuruan yang akan diatur menjadi tiga fase saat Nataru. Langkah ini dilakukan, untuk mencegah terjadinya kemacetan.

PASURUAN, Radar Bromo - Volume kendaraan yang melintas di persimpangan Kebonagung, Kota Pasuruan, diprediksi meningkat selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan melakukan rekayasa dengan pengaturan traffic light (TL) untuk memperlacar lalu lintas (lalin). TL diatur menjadi tiga fase.

Kepala Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto menuturkan rekayasa dilakukan untuk mengurangi kemacetan.

Mengingat, persimpangan Kebonagung adalah jalur nasional, penghubung utama menuju Kota Surabaya dan Kota Malang. Selama ini, pengaturan TL dilakukan dua fase.

Yakni kendaraan dari sisi utara ke selatan dan sisi utara ke barat atau sebaliknya dilakukan bersamaan.

Serta, kendaraan dari sisi timur ke arah utara dan sisi barat ke arah selatan atau sebaliknya dilakukan bersamaan.

Kondisi ini sering menimbulkan penumpukan kendaraan di bagian tengah, karena kendaraan harus melintas bergantian.

"Kami prediksi selama Nataru, arus lalin mengalami peningkatan di jalur ini. Tentunya, penumpukan kendaraan di tengah bisa lebih banyak," katanya.

Andri-sapaannya menyebut pihaknya melakukan rekayasa dengan membuat pengaturan TL menjadi tiga fase.

Sisi utara menuju ke selatan dan sisi selatan ke arah timur atau sebaliknya, tetap dilakukan bersamaan.

Kendaraan yang mengarah dari sisi barat ke selatan, akan dilakukan bergantian dengan kendaraan dari arah timur yang menuju ke utara. Pengaturan TL ini akan dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Lampu merah akan diatur berkisar 0 sampai 60 detik, bergantung kemacetan lalin.

Sehingga tidak terjadi penumpukan di bagian tengah persimpangan yang bisa menyebabkan kemacetan.

"Tujuannya jelas, volume kendaraan tidak sampai menumpuk di tengah. Mengingat ini jalur nasional dan utama menuju Malang-Surabaya," jelas Andri. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #traffic light #nataru #dishub