PASURUAN, Radar Bromo - Tingkat okupansi hotel di Kota Pasuruan, menunjukkan tren positif.
Sepanjang Oktober, okupansinya cenderung naik sebesar 27,62 persen. Atau meningkat 3,62 poin dibandingkan September.
Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel pada Oktober, adalah 1,00 hari.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, Imam Sudarmadji menuturkan tingkat okupansi hotel sepanjang Oktober, meningkat 3,62 poin dibanding September yang okupnasinya mencapai 24,00 persen.
Meski begitu, okupansi hotel di Kota Pasuruan ini lebih rendah 7,29 persen dibanding Jawa Timur, yang mencapai 34,91 persen.
Dalam empat bulan terakhir, okupansi hotel di Kota Pasuruan menunjukkan tren fluktuatif.
Pada Juli, tingkat okupansinya mencapai 26,94 persen. Lalu pada Agustus naik menjadi 27,92 persen.
Namun sempat turun pada September menjadi 24,00 persen. Dan bulan Oktober, kembali naik menjadi 27,62 persen. Sedangkan RLMT hotel di Kota Pasuruan stagnan di angka 1,00.
Imam menyebut tingkat okupansi tersebut menunjukkan, bahwa dari setiap 100 kamar yang disediakan di seluruh hotel di Kota Pasuruan, setiap malamnya rata-rata 27 hingga 28 kamar telah berhasil terisi.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh semakin ramainya wisatawan yang menginap di Kota Pasuruan.
"Kota Pasuruan sebagai kota transit. Sekaligus kaya dengan bangunan-bangunan heritage menjadi daya tarik Kota Pasuruan," jelas Imam.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pasuruan, Fuji Subagyo menyebut meski belum memasuki libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tapi tren okupansi hotel baik.
Capaiannya 80 persen. Kondisi ini, ditopang oleh kegiatan dinas menjelang akhir tahun yang dilakukan di hotel.
"Banyak kegiatan rapat dinas dilakukan di hotel mengerek okupansi hotel. Kami optimis saat Nataru, okupansi bisa di atas 80 persen," ungkap Bagyo. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin