DANA bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) dimanfaatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan kualitas peternak.
Bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, dinas peternakan mengelar program sekolah lapang peternakan terintegrasi bagi para peternak dan petani.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi bagai para peserta yang telah mengikuti sekolah lapang peternakan.
Dalam sekolah itu, peserta memperoleh materi berbasis keilmuan sekaligus pengalaman nyata di lapangan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan bantuan peralatan peternakan dan sarana pendukung. Seperti cangkul, sekop, arit, probiotik, dekomposer, desinfektan, obat cacing, alat sanitasi perah, serta bibit tanaman pakan unggulan berupa 15.000 batang indigofera dan 10.000 batang rumput pakchong, sebagai upaya memperkuat kemandirian pakan dan menekan biaya produksi.
Setelah melalui semua rangkaian pembelajaran, mereka akhirnya diwisuda. Kegiatan wisuda ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya pada Sabtu (29/11) lalu.
Kegiatan wisuda dihadiri Wakil Bupati Pasuruan H.M. Shobih Asrori; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasuruan Drs. Syaifudin Ahmad, M.Si; Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Ir. Diana Lukita Rahayu, M.M; Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Alfi Khasanah, S.P., M.MA, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan drh. Ainur Alfiyah; serta Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng. beserta seluruh jajaran akademisi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan drh. Ainur Alfiyah mengatakan bahwa keistimewaan program tahun ini adalah hadirnya narasumber dari dua sumber utama, yaitu dosen Fakultas Peternakan UB serta peternak sukses Kabupaten Pasuruan. Hal itu tentu berdampak positif terhadap para peserta yang bisa mendapatkan ilmu dari pakarnya langsung.
“Dengan didukung akademisi, pemerintah daerah kami berharap program ini mampu mendorong diversifikasi usaha, peningkatan kualitas produk, dan daya saing pelaku usaha olahan hasil peternakan di Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya.
Kabupaten Pasuruan merupakan daerah populasi ternak terbesar di Jawa Timur dengan populasi sapi perah mencapai 89.884 ekor, populasi sapi potong sebesar 87.545 ekor, lalu pertumbuhan populasi kambing hingga mencapai 102.200 ekor, serta potensi pengembangan domba yang tetap signifikan dengan populasi 51.519 ekor.
Hal ini menjadikan peternakan di Kabupaten Pasuruan sebagai adalah sektor strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, wisuda Sekolah Lapang Peternakan Terintegrasi ini, menurut drh Ainur Alfiyah, tidak hanya menjadi akhir rangkaian kegiatan.
Tetapi menjadi titik awal peningkatan kualitas usaha peternakan dan kesejahteraan peternak di Kabupaten Pasuruan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas para peserta sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas usaha peternakan mereka. Hingga kemudian berdampak baik bagi meningkatnya kesejahteraan para pelaku usaha,” ungkapnya.
Acara wisuda ini kemudian ditutup dengan penyematan atribut wisuda secara simbolis dan penyerahan sertifikat kepada para peserta sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras mereka selama mengikuti program. (ran/fun/*)
Editor : Abdul Wahid