PASURUAN, Radar Bromo - Selama musim hujan, masyarakat Kota Pasuruan harus lebih waspada. Sebab potensi hewan masuk ke rumah penduduk, lebih rawan.
Petugas pemadam kebakaran saja bisa rata-rata mengevakuasi sampai 10 kali kejadian dalam sebulan. Paling banyak adalah jenis ular dan biawak.
Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Pasuruan, Bambang Margo Santoso menyebut, saat musim hujan, kejadian hewan masuk pemukiman lebih tinggi.
Karena cuaca basah, hewan-hewan tersebut cenderung mencari tempat yang aman dan tidak lembab.
Sepanjang musim hujan Desember 2024 sampai Juli 2025, tercatat ada 80 kali kejadian hewan masuk rumah.
Puluhan kejadian ini didominasi oleh ular dan biawak. Sementara selama November tahun ini, ada empat kali kejadian ular masuk rumah. Sementara kejadian biawak masuk rumah mencapai tujuh kali kejadian.
"Ular dan biawak cenderung mencari tempat yang aman. Mereka tidak suka pada tempat basah, karena itu mereka bisa masuk ke pemukiman," katanya.
Bambang menyebut, masyarakat tidak perlu panik. Agar ular dan biawak tidak masuk rumah, mereka bisa menutup pintu depan dan pagar.
Karena kebanyakan, masyarakat suka membiarkan pagar dan pintu depan terbuka sehingga memudahkan hewan masuk ke dalam rumah.
"Usai keluar atau masuk ke dalam rumah, sebaiknya tutup rapat pagar dan pintu depan biar aman,," pungkas Bambang. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid