Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Optimalkan DBHCHT untuk Dorong Ketrampilan Petani, DKPP Gelar Pelatihan Antisipasi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Tembakau

Untoro Ariyadi • Jumat, 5 Desember 2025 | 14:05 WIB
INTERAKTIF: Jalannya pelatihan berlansung interaktif dan dinamis.
INTERAKTIF: Jalannya pelatihan berlansung interaktif dan dinamis.

PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian.

Dengan dukungan DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) tahun anggaran 2025, Pemkab Pasuruan melalui Dinas  Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan berbagai program, guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satunya, melalui Pelatihan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman  (OPT) bagi petani tembakau.

Menurut Plt Kepala DKPP, Hari Hijroh Saputro, pelatihan ini merupakan bagian dari program prioritas pemanfaatan DBHCHT untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Khususnya kesejahteraan petani tembakau, sebagai upaya peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani dalam menghadapi tantangan pengelolaan hama dan penyakit tanaman,” jelas Hari.

Sasaran pelatihan merupakan petani tembakau yang tergabung dalam kelompok petani (Poktan).

Salah satunya Poktan Tani Makmur yang berada di Desa Klinter, Kecamatan Kejayan.

Materi pelatihan meliputi sosialisasi rancangan atau  konsep PHT, pengenalan identitas hama dan penyakit hingga sosialiasi penggunaan pestisida.

Salah satu penyebab utama berkurangnya produksi tembakau, adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang secara langsung dapat menghilangkan hasil panen para petani.

Hal inilah yang menjadikan pentingnya pelatihan sebagai langkah dini pengendalian hama dan penyakit.

“Serangan OPT menjadi musuh besar yang bisa berdampak signifikan terhadap hasil produksi. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman strategi yang tepat dan ramah lingkungan,” tambah Hari.

Pelatihan Pengendalian Hama Terpadu juga merancang cara-cara efektif mengelola hama melalui metode ramah lingkungan.

Penggunaan pestisida di sini, diutamakan menggunakan pestisida alami. Pengelolaan hama juga berpedoman pengelolaan yang berkelanjutan.

KOMPETEN: Materi pelatihan meliputi pengendalian hama sejak dini melalui metode ramah lingkungan.
KOMPETEN: Materi pelatihan meliputi pengendalian hama sejak dini melalui metode ramah lingkungan.

Penggunaan bahan alami, ditujukan menghasilkan tembakau yang berkualitas dan berdaya saing.

Sehingga, bisa memenuhi permintaan pasar yang berlabel produk sehat dan ramah lingkungan.

Pembekalan dari pelatihan ini, bisa langsung diterapkan di lahan petani masing-masing, guna menekan kerugian akibat serangan OPT.

Sehingga, hasil panen tembakau lebih meningkat baik secara kualitas dan kuantitas. (unt/*)

Baca Juga: Wujudkan Jalan Mantap dari Dana Cukai, Dukung Hasil Industri Tembakau di Kabupaten Pasuruan

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pengendalian #interaktif #cukai #hama #pertanian #DBHCHT #pelatihan