SALAH satu langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pengusaha industri cukai adalah dengan memperluas pasar hingga tingkat nasional melalui ekspor produk.
Namun, untuk mencapai itu, harus ada peningkatan kapasitas para pengusaha industri tembakau.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) belum lama ini menggelar bimbingan teknis (bimtek) ekspor Produk Industri Hasil Tembakau (IHT) di Hotel Taman Dayu Golf & Resort, Pandaan—Prigen.
Bimtek ini didukung melalui pendanaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 72 Tahun 2024 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.
Dalam kegiatan tersebut, menurut Plt Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Mita Kristiani, pengusaha IHT mendapatkan informasi penting mengenai prosedur dan regulasi ekspor.
Mulai dari persyaratan dokumen, ketentuan bea cukai, hingga standar mutu produk yang harus dipenuhi ketika memasuki pasar global.
“Dalam bimtek, para pengusaha IHT diberikan gambaran mengenai tren ekspor produk tembakau dunia. Termasuk negara-negara tujuan potensial yang dapat dibidik oleh pengusaha IHT di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Menurut Mita, kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing pengusaha IHT, khususnya dalam hal pengetahuan ekspor, strategi pemasaran, serta kesiapan produksi.
Melalui pelaksanaan bimtek ini, diharapkan para pengusaha mampu memahami alur ekspor secara lebih komprehensif dan dapat meningkatkan kualitas produknya agar sesuai dengan standar internasional.
Dengan begitu, produk unggulan hasil tembakau yang dimiliki oleh Kabupaten Pasuruan bisa dikenal lebih luas.
“Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendampingi para pengusaha industri. Sehingga industri hasil tembakau di Kabupaten Pasuruan dapat berkembang lebih optimal, memberikan nilai tambah ekonomi, dan mampu berdaya saing di pasar global,” terangnya.
Selain penyampaian materi, dalam acara bimtek ini juga dibuka ruang diskusi yang interaktif.
Sehingga para pengusaha IHT dapat menyampaikan apa saja tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usahanya. Mulai dari aspek legalitas, kapasitas produksi, maupun kebutuhan pendampingan lanjutan. (ran/fun/*)
Editor : Fandi Armanto