Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Strategi Bupati Mas Rusdi Hadapi Efisiensi, Pangkas “Lemak” Anggaran yang Tak Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

Iwan Andrik • Sabtu, 29 November 2025 | 17:24 WIB
TANDATANGAN: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo saat menandatangani Raperda APBD 2026 menjadi Perda APBD 2026 dalam paripurna yang berlangsung Rabu (26/11).
TANDATANGAN: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo saat menandatangani Raperda APBD 2026 menjadi Perda APBD 2026 dalam paripurna yang berlangsung Rabu (26/11).

Kebijakan efisiensi fiskal tak lantas membuat pembangunan daerah terhenti. Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori memiliki strategi tersendiri, agar pembangunan tetap berjalan.

Sederet pekerjaan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti jalan, gedung-gedung sekolah dan yang lain, berhasil dilaksanakan di tengah himpitan keterbatasan anggaran.

-------------------------

Lelaki bertinggi sekitar 185 cm itu, memacu vespa matiknya, Minggu (23/11).

Ia menyusuri jalan beton yang baru dibangun, namun telah mengeras. Sesekali, ia menyapa warga yang ditemuinya.

Tidak ada patwal seperti pejabat pada umumnya. Ia hanya didampingi tim dokumentasi, untuk mengawal perjalanannya.

KOLABORASI: Kedatangan Wamen UMKM RI Helvi Moraza ke Pasuruan disambut hangat oleh Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo.
KOLABORASI: Kedatangan Wamen UMKM RI Helvi Moraza ke Pasuruan disambut hangat oleh Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo.

“Saya ingin melihat secara langsung, kondisi jalan yang tengah dibangun,” kata Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo beberapa waktu lalu.

Kegiatan blusukan memang sering dilakukan Mas Rusdi-sapaannya untuk mengecek layanan maupun fasilitas publik.

Termasuk saat ia mengecek Jalan Kedungboto, Kecamatan Beji, yang dibangun dengan cor beton.

Pembangunan jalan dengan cor beton memang dipilih Pemkab Pasuruan di bawah kepemimpinan Mas Rusdi.

Tak mengherankan, jika saat ini, beberapa ruas jalan yang dibangun, dilakukan dengan rigid atau cor beton.

Tak hanya jalan Kedungboto, Kecamatan Beji, tapi juga di beberapa titik  yang lain.

Seperti Cangkringmalang-Gununggangsir, Kecamatan Beji; Bangil-Sukorejo dan sejumlah titik lainnya.

Tujuananya sederhana. Namun efeknya sangatlah besar. Agar jalan lebih awet. Sehingga, pihaknya memiliki kesempatan untuk membangun jalan-jalan yang lain.

“Kami memang ingin agar jalanan di Kabupaten Pasuruan bisa dicor beton. Agar lebih awet dan tak banyak membutuhkan pemeliharaan. Dengan begitu, kami bisa memiliki kesempatan untuk membangun jalan di titik-titik yang lain,” paparnya.

Mas Rusdi mengakui, intruksi pemerintah pusat agar dilakukan efisiensi di tahun 2025 ini, berdampak terhadap fiskal daerah.

Namun, hal itu bukan berarti pembangunan di Kabupaten Pasuruan terhenti.

3.	KUAT: Ruas Jalan Bangil-Sukorejo yang tengah dalam proses pembangunan. Jalan setempat bakal lebih kuat, lantaran dibangun dengan cara dicor.
3. KUAT: Ruas Jalan Bangil-Sukorejo yang tengah dalam proses pembangunan. Jalan setempat bakal lebih kuat, lantaran dibangun dengan cara dicor.

Pihaknya hanya mengurangi “lemak-lemak” anggaran dalam APBD 2025. Program-program yang tak langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat, dipangkas.

Efisiensi dilakukan terhadap anggaran-anggaran yang bila dipangkas sekalipun, tak mempengaruhi kinerja pemerintah daerah.

Juga tak berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Misalnya saja, perjalanan dinas, FGD, dan sebagainya.

Tak hanya memangkasi anggaran, Mas Rusdi merestrukturisasi beberapa postur anggaran. Sebab penganggarannya dinilai bias.

Sehingga membuat target program itu tak terukur. Salah satunya di sektor infrastruktur.

SINERGI: Sinergitas Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf untuk mewujudkan Sekolah Rakyat di daerah.
SINERGI: Sinergitas Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf untuk mewujudkan Sekolah Rakyat di daerah.

“Bayangkan, dari anggaran pemeliharaan jalan misalnya, ada Rp 11 miliar. Tapi yang benar-benar untuk perbaikan jalan, hanya Rp 3 miliar. Sisanya untuk potong rumput, pavingisasi dan lainnya. Nah, yang seperti ini kemarin juga kami perlu tata ulang,” tandasnya.

Angka yang berhasil diefisiensi itu, cukup besar. Mencapai kisaran Rp 300 miliar.

Dana inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baik pembangunan jalan, penerangan jalan, percepatan dalam perbaikan gedung-gedung sekolah dan sejumlah kebutuhan urgen lainnya.

Khusus untuk pembangunan sarana dan prasarana di sektor pendidikan saja, Pemkab Pasuruan menggelontorkan dana kisaran Rp 40 miliar. Dengan dana itu, puluhan sekolah bisa direhab. (one)

-------------------------

 

PANTAU: Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo saat melakukan pemantauan terhadap PJU di wilayah Kecamatan Beji.
PANTAU: Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo saat melakukan pemantauan terhadap PJU di wilayah Kecamatan Beji.

Genjot PAD untuk Atasi Penurunan Dana Transfer

Tidak hanya berlaku pada 2025. Karena efisiensi ini, juga diproyeksikan berlanjut tahun depan.

Bahkan Pemkab Pasuruan, disebut-sebut “kehilangan” Rp 600 miliar. Hal itu, dipengaruhi turunnya dana transfer pusat ke daerah.

Meski begitu, Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo meyakinkan, pembangunan di Kabupaten Pasuruan akan tetap dilanjutkan.

“Pembangunan tidak boleh berhenti. Masih banyak infrastruktur di Kabupaten Pasuruan yang butuh sentuhan. Kami juga harus menjalankan program-program yang bertujuan untuk peningkatan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat,” kata Mas Rusdi-sapaannya.

Ia menambahkan, salah satu strategi yang dilakukan, dengan mencari sumber-sumber pendapatan yang lain.

DEKAT: Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan saat berinteraksi dengan pelajar di salah satu sekolah SD yang ada di Kabupaten Pasuruan.
DEKAT: Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan saat berinteraksi dengan pelajar di salah satu sekolah SD yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Misalnya saja, dengan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini, seperti yang dilakukan pada 2025 ini. Di mana, Pemkab Pasuruan berhasil menghimpun PAD hingga lebih dari Rp 1 triliun.

Ditambah, restrukturisasi anggaran yang dilakukan. Kebijakan itu ternyata ampuh, dalam mengoptimalisasi anggaran.

Pemkab Pasuruan berhasil memangkas lemak-lemak dari anggaran yang dinilai kurang bermanfaat untuk masyarakat.

“Restrukturisasi anggaran tidak hanya sebatas angka. Melainkan prioritas untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sektor-sektor vital, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan pengentasan kemiskinan, menjadi fokus utama,” paparnya.

Pihaknya optimis, Pemkab Pasuruan bisa mengarungi jalannya pembangunan di tengah himpitan pengurangan fiskal tahun depan.

Optimalisasi potensi pendapatan, akan dilakukan agar target PAD lebih dari Rp 1 triliun tahun depan, bisa direalisasikan.

Mulai dari penguatan sistem pemungutan retribusi dengan digitalisasi, pemutakhiran data potensi pajak, hingga meningkatkan SDM dan sejumlah strategi lainnya, akan dilakukan. (one)

Editor : Fahreza Nuraga
#Mas Rusdi #infrastruktur #bupati #kesehatan #strategi #efisiensi