PASURUAN, Radar Bromo -Revitalisasi Pasar Besar Kota Pasuruan terus dikebut. Pengerjaan proyek dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pemprov Jawa Timur ini harus rampung sebelum Natal 2025. Sejauh ini, pengerjaannya telah mencapai 60 persen.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Slamet Riyadi mengatakan, Revitalisasi Pasar Besar masih on the track. Sampai pekan ini, realisasinya sudah 60 persen. Pihaknya optimistis bisa rampung tepat waktu.
Sejauh ini, sejumlah pengerjaan sudah positif. Seperti rehab mayor bangunan dome, telah mencapai 80 persen dan kios depan sudah tergarap 70 persen. Yang belum tergarap hanya pemasangan keramik, drainase, dan hydran. “Sudah on the track. Insyaallah bisa rampung tepat waktu sesuai waktu kontrak yang telah ditentukan," katanya.
Slamet menyebutkan, anggaran proyek ini mencapai Rp 6,4 miliar. Digunakan untuk merevitalisasi tujuh titik. Meliputi los daging, los aksesori, kios konfeksi, kios hasil bumi, hydran, musala, toilet, dan kanopi. Titik itu sudah tidak layak dan perlu diperbaiki.
Ada 203 pedagang pasar yang terdampak. Selama revitalisasi, mereka direlokasi ke tempat berjualan baru. Yakni, di lantai 1 sisi selatan kantor UPT Pasar Besar, lantai 2 di sisi utara dan sisi selatan, area kios E, area los bunga, area los porselen, dan los ikan. “Harus rampung dalam 150 hari kalender. Batas kontrak 25 Desember. Sebelum Natal, harus rampung digarap," jelas Slamet.
Dengan revitalisasi ini, Pemkot telah dua kali merevitalisasi Pasar Besar. Sebelumnya, dilakukan pada 2022 lalu dengan anggaran Rp 3 miliar. Meliputi perbaikan los ikan, saluran air, dan depo sampah.
Namun, revitalisasi tahun ini belum menyentuh seluruhnya. Dengan revitalisasi tahap dua ini baru menyentuh sekitar 50 persen. “Revitalisasi ini lanjutan tahun 2022. Ini yang tahap dua. Tetapi, belum menyentuh seluruh areal pasar,” ujar Slamet. (riz/rud)
Editor : Fahreza Nuraga