BANGIL, Radar Bromo –Program pelatihan kerja yang rutin digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pasuruan terus berjalan setiap tahun.
Namun hingga kini, dinas belum memiliki instruktur tetap. Semua pelatihan masih bergantung pada tenaga profesional dari luar.
Kepala UPT LKD Disnaker, Farid Ardiansyah, menyebut kebutuhan instruktur dari luar mencapai sekitar 21 orang setiap tahun. Mereka didatangkan sesuai kompetensi pelatihan yang dibutuhkan calon tenaga kerja. “Instruktur kami datangkan dari luar, karena belum punya instruktur mandiri,” ujarnya.
Ketua Komisi IV, Andri Wahyudi, menilai sudah saatnya Disnaker mulai menyiapkan peluang instruktur mandiri agar ke depan pelatihan lebih efektif dan mandiri.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kompetensi instruktur tetap sejalan dengan bidang pelatihan.
“Bidang pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Itu yang penting,” kata Andri.
Ia menekankan bahwa pelatihan tidak boleh berjalan tanpa melihat arah permintaan industri. Menurutnya, investasi yang masuk ke Kabupaten Pasuruan harus dibaca sebagai peluang untuk membuka jalur keterampilan baru.
“Misalnya sekarang ada pabrik sepatu yang mau masuk, maka pelatihan menjahit sepatu harus diintensifkan,” tuturnya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid