Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anggaran Perdin DPRD Kota Pasuruan 2026 Diusulkan Rp 16 M, Naik dari Tahun Ini

Fahrizal Firmani • Selasa, 11 November 2025 | 19:41 WIB

 

 

Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo- DPRD Kota Pasuruan mengusulkan anggaran perjalanan dinas (perdin) tahun 2026 sebesar Rp 16 miliar.

Jika usulan ini diterima, maka besarnya perdin sama seperti tahun 2024. Atau naik bila dibandingkan anggaran perdin tahun 2025 ini.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Muhammad Toyib saat dikonfirmasi berharap anggaran perdin tahun 2026 bisa sama dengan tahun 2024. Yaitu, sebesar Rp 16 miliar.

Meski demikian, Toyib mengaku akan menerima berapapun anggaran perdin 2026 yang disetujui nantinya. Sebab, tahun 2026 kebijakan efisiensi anggaran masih berlanjut.

Mengingat, dana transfer ke daerah (TKD) tahun 2026 berkurang hingga Rp 124 miliar.

Lalu, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) juga berkurang 50 persen. Tahun ini besarnya DBHCHT Rp 32 miliar dan tahun depan hanya Rp 16 miliar.

"Kami ingin mendapat anggaran perdin seperti tahun 2024. Namun, kami kembalikan ke pemda. Berapapun yang didapat, pasti seratus persen kami menerima," terang politisi Golkar ini.

Tahun ini, menurut Toyib, awalnya DPRD mendapat anggaran perdin sebesar Rp 16 miliar.

Namun, kemudian dipangkas separo karena ada efisiensi anggaran. Praktis, perdin DPRD tersisa Rp 8 miliar.

Anggaran ini habis pada Juli lalu. Otomatis, selama Agustus, dewan tidak melakukan kegiatan kunjungan kerja (kunker).

Syukur, dalam perubahan APBD (P-APBD) 2025, DPRD Kota Pasuruan memperoleh tambahan anggaran perdin sebesar Rp 3,2 miliar.

Sehingga, anggaran perdin yang diterima tahun ini sebesar Rp 11,2 miliar.

Pengurangan anggaran perdin ini membuat dewan mengoptimalkan fungsi kontrolnya di dalam Kota Pasuruan.

"Andaipun kunker, ya cari yang dekat-dekat aja. Di dalam provinsi. Yang penting fungsi pengawasan pada pemda tetap optimal," jelas Toyib. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#dprd kota pasuruan #tkd #DBHCHT #perjalanan dinas #anggaran #perdin