Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dinas Pendidikan-Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Gelar Bimtek Verifikasi Dapodik, Susun Mekanisme Penanganan Anak Tidak Sekolah

Untoro Ariyadi • Jumat, 7 November 2025 | 14:21 WIB
PESERTA: Para operator dapodik dan guru mengikuti bimtek selama 3 hari.
PESERTA: Para operator dapodik dan guru mengikuti bimtek selama 3 hari.

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pasuruan menggelar bimbingan teknis (bimtek) serta sosialisasi pengelolaan data pokok pendidikan (dapodik) dan mekanisme penanganan anak tidak sekolah (ATS).

Acara yang digelar Rabu (5/11) di salah satu hotel di Tretes, Prigen, ini diikuti guru dan operator SD negeri dan swasta sebanyak 58 peserta.

Acara dibuka langsung Kepala Disdikbud, Tri Krisni Astuti. Dalam arahannya kepada peserta, Tri Krisni menekankan pentingnya akurasi data pokok pendidikan (dapodik) yang merupakan instrumen vital dalam pengelolaan pendidikan nasional.

“Karena data yang diinput oleh operator menjadi pedoman atau dasar dalam berbagai kebijakan.

Mulai dari kebijakan penyaluran dana bantuan operasional sekolah, dan perencanaan-perencanaan yang berimplementasi  dengan peningkatan mutu Pendidikan,” jelasnya.

ARAHAN: Kepala Disdikbud Tri Krisni Astuti, memberikan arahan dan sambutan di awal acara bimtek.
ARAHAN: Kepala Disdikbud Tri Krisni Astuti, memberikan arahan dan sambutan di awal acara bimtek.

Tri Krisni menyebutkan, akurasi dapodik juga berkaitan verifikasi dan validasi (verval) data anak putus sekolah dan anak tidak sekolah.

Dari verval, kegiatan tersebut nantinya akan didapat data valid jumlah anak putus sekolah dan tidak sekolah secara menyeluruh di Kabupaten Pasuruan.

“Dari sini nantinya, data valid akan membantu Disdikbud melakukan pemetaan hambatan dan bagaimana menyelesaikannya permasalahan tersebut,” tambah Tri Krisni.

Acara bimtek dan sosialisasi dilaksanakan selama tiga hari. Selama tiga hari menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya.

Di antaranya dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim dan dari Disdikbud sendiri. (unt/*)

Editor : Abdul Wahid
#dapodik #dinas pendidikan dan kebudayaan #pemkab pasuruan #anak tidak sekolah