BUGUL KIDUL, Radar Bromo- Rencana peninggian jembatan Buk Wedi di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan masih terus bergulir. Prosesnya saat ini ke pengajuan sempadan untuk kaki jembatan.
Buk wedi selama ini kerap terjadi luapan air, terutama saat hujan deras. Saat air meluap di Sungai Petung dan dan meluber ke jalan, maka mengganggu arus lalin.
Sungai yang dangkal dan sempit jadi pemicu utamanya. Sementara buk wedi termasuk jalan nasional.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Anton Dharma mengaku, bulan lalu Oktober, pihak BBPJN Jatim Bali sudah mengajukan izin penggunaan sempadan untuk kaki jembatan. Namun secara detail pihaknya kurang mengatahui.
“Bulan kemarin sudah mengajukan penggunaan sempadan untuk kaki jembatan. Tapi bagaimana gambaran detilnya kami tidak tahu,” ujarnya.
Dengan demikian perencanaan peninggian jembatan buk wedi sudah diperkirakan terencana. Karena sebelumnya sudah melakukan beberapa proses pengajuan.
Melihat teknisnya, anton memperkirakan pelaksanaan peninggian jembatan di Buk Wedi akan dilaksanakan multiyears.
“Namun datanya ada di BBPJN. Kami tidak berhak menjawab. Hanya saja BBPJN sudah mengajukan sempadan dan berencana peninggian buk wedi,” ujarnya.
Peninggian Buk Wedi memang dirasa perlu. Sebab kurun waktu beber[apa tahun ini, air sering meluber ke jalan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah atas.
Melihat potensi cuaca ke belakang, luapan di Sungai Petung bisa saja terjadi lagi. Sebab saat ini sudah mulai memasuki musim hujan.
“Pasuruan petanya sudah memasuki musim hujan,” ujar Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Pasuruan Suwarto. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto