Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Di Tosari Pasuruan, Longsor dan Banjir Lumpur Terjang Tiga Rumah Warga dan Sekolah

Fuad Alyzen • Senin, 3 November 2025 | 04:55 WIB
KERJA BAKTI: Warga bersih-bersih material lumpur usai kawasan Tosari diguyur hujan deras.
KERJA BAKTI: Warga bersih-bersih material lumpur usai kawasan Tosari diguyur hujan deras.

TOSARI, Radar Bromo - Bencana longsor tidak hanya terjadi di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Longsor dan banjir lumpur juga terjadi di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Sabtu (1/11) petang. Tiga rumah rumah dan sebuah sekolah terkena longsor dan banjir.

Tiga rumah di antaranya milik Prayitno Hadi Utomo, Hermono dan Joni Setiawan.

Rumah mereka berjejer dan tertimpa longsor dari sebuah sebuah tebing yang ada di belakang rumah. Volume tebing yang longsor lebarnya 4 meter dan tinggi 7 meter.

Rumah Prayitno tertimpa material longsor di bagian belakang. Namun, rumahnya tidak sampai rusak.

Lalu, tembok dapur di rumah Hermono ambrol. Tembok yang ambrol panjangnya 7 meter dan tinggi 10 meter.

Kemudian, tembok dapur di rumah Joni juga ambrol dengan panjang 5 dan tinggi 7 meter.

Selain itu, banjir lumpur juga terjadi dan membuat beberapa fasilitas publik terdampak.

Di antaranya, halaman depan dan belakang TCC Ngadiwono terendam lumpur setebal 5 sentimeter.

Lalu, aula TCC Ngadiwono terendam lumpur setebal 5 sentimeter akibat tersumbatnya aliran air di belakang Gedung TCC Ngadiwono.

Sebuah ruang kelas di SMPN 4 SATAP Ngadiwono, juga terendam lumpur setebal 5 sentimeter. Kemudian, halaman SMPN 4 SATAP Ngadiwono juga terendam lumpur setebal 5 sentimeter.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi menjelaskan, sekitar pukul 17.30 terjadi hujan disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Tosari. Mengakibatkan sebuah tebing longsor dan banjir lumpur.

“Keesokan harinya petugas Trantib  Kecamatan  Tosari bersama Perangkat Desa dan warga setempat langsung kerja bakti membersihkan material longsor di sekitar rumah warga yang terdampak longsor,” sampainya.

Sedangkan BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan asesmen. Dilanjutnya membersihkan saluran air yang tersumbat di belakang TCC Ngadiwono. Pukul 11.15, saluran air selesai dibersihkan dan aliran air kembali lancar.

“Korban jiwa nihil. Namun, dua dapur rumah warga rusak. Aula TCC Ngadiwono tidak dapat digunakan karena endapan lumpur dan sekolah terendam lumpur,” ujarnya.

Menurut Sugeng, pihak Kecamatan Tosari sudah mengecek ulang lokasi-lokasi yang terdampak bencana dan memastikan kondisi sudah aman.

Koordinasi juga dilakukan dengan pihak TCC dan Perangkat Desa Ngadiwono untuk mengondisikan lokasi yang terdampak banjir lumpur.

BPBD sendiri menurut Sugeng, akan terus memantau kondisi saluran di sekitar rumah warga untuk menghindari kejadian serupa. Termasuk berkoordinasi dengan jajaran terkait.

“Kami berencana membuat tanggul penahan aliran air dari karung yang diisi tanah untuk menahan luapan air dari lahan warga,” sampainya. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tebing #ngadiwono tosari #pasuruan #longsor #tosari #banjir lumpur