PASURUAN, Radar Bromo - Produksi garam di Kota Pasuruan tahun ini sepertinya tidak akan sebaik tahun lalu. Sampai akhir September, capaiannya masih minim. Produkasi garam baru mencapai sekitar 2.083 ton.
Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Muallif Arif mengatakan, enam Kelompok Usaha Garam (Kugar) di Kota Pasuruan memproduksi garam sejak Juli. Namun, hasilnya belum maksimal. Selama tiga bulan terakhir, cuaca panas tidak maksimal.
Selama tiga bulan sejak Juli-September, enam kugar itu hanya mampu memproduksi 2.083 ton garam. Selama Juli 65,70 ton, Agustus 894,500 ton, dan selama September 1.123,500 ton. Garam ini diproduksi dari lahan garam seluas 109,39 hektare.
“Ada enam Kugar yang memproduksi. Empat Kugar asal Panggungrejo dan masing-masing satu Kugar dari Bugul Kidul dan Gadingrejo," jelasnya.
Ayik–sapaan akrab Muallif Arif–mengatakan, tahun ini Pemkot menargetkan produksi garam bisa menyamai tahun lalu. Yakni, sebanyak 5.967 ton. Artinya, capaian tahun ini masih kurang 3.884 ton.
Melihat tahun ini yang tersisa dua bulan, menyamai produksi tahun lalu memang tidak mudah. Mengingat produksi garam sangat terpengaruh cuaca. Saat terik, produksi garam bisa maksimal. Sebaliknya, jika sering hujan akan melempem. “Sepertinya sulit karena saat ini sudah mulai hujan,” ujar Ayik. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando