PEKAN Raya Santri di Kabupaten Pasuruan resmi dibuka Wakil Bupati Pasuruan HM. Shobih Asrori dengan simbolis pemotongan pita, Jumat (31/10).
Dalam agenda Pekan Raya, masyarakat mulai memadati stan-stan UMKM pesantren, area pelayanan publik dan sentra kuliner di area Lapangan A. Yani, Kecamatan Grati itu.
Selepas memotong pita, Gus Shobih juga mengunjungi stan-stan tersebut untuk melihat produk lokal yang dijual para santri.
Salah satu pengunjung, bernama Mimin terlihat mendatangi pelayanan publik milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus KTP dan Kartu Keluarga.
Dia mengaku cukup puas dengan pelayanan yang diberikan karena cepat dan mudah selain itu.
Setelah mengurus berkas, para pengunjung juga bisa sekalian berbelanja dan menonton hiburan kesenian dan salawat. “Alhamdulillah cepat dan mudah, terima kasih Pemkab Pasuruan dan Pak Bupati,” ungkapnya.
Pelayanan publik tersebut bisa diakses setiap hari selama lima hari di Pekan Raya Santri 2025. Termasuk juga stan milik UMKM dari pesantren.
Di momen pembukaan Pekan Raya Santri 2025, Pemkab Pasuruan juga memberikan dana hibah kepada kepada 20 tempat peribadatan. Mulai dari musala, Gereja hingga masjid di Kabupaten Pasuruan.
Penyerahan dana hibah puluhan juta rupiah itu diberikan langsung oleh Wakil Bupati, HM Shobih Asrori dan jajaran hingga pengurus ormas.
Dana hibah untuk tempat peribadatan itu menjadi wujud komitmen Pemkab Pasuruan dalam menciptakan kenyamanan beribadah bagi setiap umat dengan memastikan tempat ibadah terjaga dengan baik, aman dan nyaman untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Gus Shobih, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pekan Raya Santri 2025 di Kabupaten Pasuruan menjadi rangkaian hari santri yang pertama kali diselenggarakan, sejak hari santri nasional ditetapkan.
“Insyallah Pekan Raya Santri ini jadi yang pertama sejak pertama kali hari santri diputuskan pada tahun 2019 lalu. Kabupaten Pasuruan yang pertama kali menyelenggarakan Pekan Raya Santri” katanya.
Pemkab Pasuruan sengaja menyelenggarakan acara ini di wilayah timur Kabupaten Pasuruan untuk pemeretaan.
Menurut Gus Shobih, antara satu kecamatan dan kecamatan lain adalah satu kesatuan Kabupaten Pasuruan yang akan terus diupayakan pembangunannya.
“Tidak ada wilayah timur, barat, semua jadi wilayah kabupaten pasuruan,”ungkapnya.
Gus Shobih menekankan bahwa Pekan Raya Santri ini bukan acara seremonial belaka. Tetapi juga berupaya memunculkan multiplier effect untuk masyarakat. Termasuk memberdayakan pesantren di bidang ekonomi.
“Multiplier effect-nya yang harus dipegang, pondok pesantren jadi salah satu tonggak perekonomian di daerah. Kami berharap ke depan, pondok pesantren selain jadi pusat pendidikan juga bisa membuka lapangan perkonomian,” terang Gus Shobih.
Acara pembukaan Pekan Raya Santri 2025 itu kemudian di tutup dengan hiburan kesenian dan salawat bersama band Kalijogo yang berkolaborasi dengan Veve Zulfikar. Veve menyanyikan total 7 lagu.
Penampilan Veve ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak fansnya itu. Mereka ramai-ramai ke depan panggung untuk bernyanyi bersama dan berfoto bersama sang idola. Veve sendiri juga tampak ramah menyapa dan berfoto bersama penonton. (ran/*)
Editor : Fandi Armanto