Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BPS: Tingkat Kemiskinan di Kota Pasuruan Turun, tapi Kesenjangan Naik

Fahrizal Firmani • Rabu, 22 Oktober 2025 | 02:36 WIB

 

Ilustrasi kemiskinan
Ilustrasi kemiskinan

PASURUAN, Radar Bromo-Selama satu dasawarsa terakhir, tingkat kemiskinan di Kota Pasuruan menurun drastis. Namun, indeks keparahan kemiskinan (Poverty Severity Index atau P2) justru meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, selama periode 2014-2025, tingkat kemiskinan di Kota Pasuruan berhasil diturunkan hingga 0,14 persen. Dari 6,32 persen pada 2014 menjadi 6,18 persen pada 2025.

“Artinya, secara proporsional jumlah penduduk miskin berhasil ditekan dan menunjukkan perbaikan,” terang Kepala BPS Kota Pasuruan Imam Sudarmadji.

Namun, indikator indeks keparahan kemiskinan justru mengalami kenaikan. Meningkat 0,10, dari yang awalnya 0,12 menjadi 0,22.

Selama empat tahun terakhir menurutnya, indeks keparahan kemiskinan di Kota Pasuruan fluktuatif atau naik turun.

Pada 2021 sebesar 0,27. Lalu turun menjadi 0,22 pada 2022. Kemudian sempat naik 0,33 pada 2023. Tahun 2024 turun menjadi 0,12 dan naik lagi tahun 2025.

Imam menjelaskan, indeks keparahan kemiskinan adalah ukuran yang memberikan informasi mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Indeks ini menunjukkan ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin.

“Semakin tinggi nilai indeks, berarti semakin tinggi ketimpangan yang terjadi. Dengan kata lain, indeks keparahan kemiskinan menunjukkan perbedaan rata-rata tingkat pengeluaran per kapita per bulan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan,” terangnya.

Sementara, garis kemiskinan di Kota Pasuruan tahun ini sebesar Rp 588.312. Naik dari sebelumnya yang sebesar Rp 554.195.

"Indeks keparahan kemiskinan pada 2024 sempat turun ke angka 0,12. Tapi tahun ini naik menjadi 0,22," kata Imam.

Naiknya indeks keparahan kemiskinan di kota menurutnya, menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin tinggi. Ini mengindikasikan bahwa kesenjangan antara kelompok miskin yang lebih kaya dan yang lebih miskin semakin melebar.

"Penyebabnya beragam. Meliputi inflasi atau kenaikan kebutuhan pokok, hingga penurunan pendapatan akibat pengangguran dan PHK," sebut Imam. (riz/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#kota pasuruan #bps #tingkat kemiskinan #kesenjangan