Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Senjata Makan Tuan: Dikepung Warga, 2 Pencuri Motor di Grati Pasuruan Lempar Bondet 7 Kali, 1 Meninggal-1 Luka Parah

Fuad Alyzen • Kamis, 18 September 2025 | 02:09 WIB
Rohmatul Lil Alamin, 26,  diamankan di sawah Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Tangan kanannya putus dan hancur setelah bondet yang  dipegangnya meledak. Rohmatul  meninggal
Rohmatul Lil Alamin, 26, diamankan di sawah Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Tangan kanannya putus dan hancur setelah bondet yang dipegangnya meledak. Rohmatul meninggal

GRATI, Radar Bromo-Aksi pencurian motor (curanmor) di Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan berubah menjadi insiden tragis, Rabu (17/9) pagi. 

Rohmatul Lil Alamin, 26, salah satu terduga pelaku curanmor tewas kena senjatanya sendiri. Senjata makan tuan. Bondet yang dipegangnya, justru meledak sebelum sempat dilempar.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Bulak. Motor yang dicuri milik Badrus Soleh, 29, seorang karyawan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiyaan Syariah (KSPPS) DMU Grati.

Saat itu, sekitar pukul 06.30, korban Badrus tiba di kantor dengan mengendarai motor Honda Beat hitam bernopol N-5432-TEO.

Setelah memarkir motor di lokasi parkir kantor, warga Desa Karang Tengah, Winongan, Kabupaten Pasuruan, itu masuk ke kantor.

Setengah jam kemudian atau pukul 07.00, datang empat orang ke kantor KOPERASI DMU. Mereka berboncengan mengendarai dua motor Honda Beat.

Dua orang lantas turun dari motor Honda Beat hitam yang dikendarai. Yaitu, Rohmatul, warga Dusun Tampung Utara, Desa Tampung, Lekok, Kabupaten Pasuruan dan Mianto, 41, asal Sumbersuko, Desa Plososari, Kecamatan Grati.

Keduanya masuk ke halaman parkir kantor tersebut. Sedangkan dua rekannya menunggu di atas motor.

Rohmatul yang jadi eksekutor lantas mendekati motor korban Badrus. Setelah berhasil merusak lubang kunci, dia memundurkan motor keluar dari parkiran.

Namun, belum sempat membawa kabur motor korban, aksi keduanya kepergok Imron, salah satu karyawan KOPERASI DMU. Sadar motor rekannya dicuri, Imron langsung berteriak maling.

“Teman saya ini tahu saat mereka masuk ke area kantor. Tapi dibiarkan saja karena dikira nasabah. Nggak tahunya mencuri motor,” terang korban Badrus saat ditemui di Mapolsek Grati.

Mendengar teriakan itu, spontan warga sekitar langsung mengejar para pelaku. Dua pelaku pun langsung tancap gas kabur.

Sedangkan Rohmatul meninggalkan motor curiannya di tempat parkir. Bersama Mianto, keduanya berlari menuju Honda Beat Hitam yang diparkir dan kabur.

Apes, dua motor pelaku malah bertabrakan saat kabur. Akibat tabrakan itu, motor Rohmatul dan Mianto jatuh. Keduanya lantas berlari ke arah selatan, meninggalkan motor tersebut.

Warga yang geram tidak tinggal diam. Beberapa warga melapor ke petugas Polsek Winongan dan Grati. Warga yang lain mengejar keduanya bersama petugas kepolisian.

Merasa terpojok, keduanya mengeluarkan bondet dan melemparnya ke arah warga. Tidak hanya sekali. Mianto melempar bondet tiga kali.

Sementara Rohmatul, empat kali melempar bondet. Hingga akhirnya, tragedi mengerikan terjadi.

Saat sampai di persawahan Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Romatul melempar bondet keempat. Apes. Belum sempat dilempar, bondet itu meledak di tangannya.

Akibatnya mengerikan. Tangan kanan Rohmatul putus dan hancur. Petugas lantas menangkapnya di tengah sawah.

Tidak hanya menangkap Rohmatul. Warga juga berhasil menangkap rekannya, Mianto di persawahan Desa Prodo, Winongan. Dia berhasil ditangkap setelah melemparkan bondet tiga kali.

Begitu tertangkap, warga sempat memukulinya beramai-ramai. Petugas Polsek Winongan dibantu Polsek Grati yang ada di lokasi kejadian lantas mengamankan Mianto.

Kapolsek Grati Iptu Prasetyo mengatakan, dua terduga pencurian motor itu memang bersenjata bondet. Mereka melempar bondet ke arah warga yang mengejar.

Baca Juga: Ternyata Buron Curanmor di Pasrepan Pasuruan yang Kena Ledakannya Sendiri Sering Jual Bondet, Begini Penjelasan Polisi

Beruntung, lemparan bondet itu tidak ada yang mengenai warga. Justru mengenai pelaku sendiri.

Setelah tertangkap, petugas kepolisian langsung mengevakuasi keduanya ke rumah sakit. Rohmatul dilarikan ke RSUD Grati untuk mendapat perawatan medis atas luka di tangan kanannya.

Sedangkan Mianto dibawa ke RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Dia mengalami luka-luka karena dimassa warga dan terkena percikan bondet yang dilemparnya.

Namun, nasib berkata lain. Pukul 13.30, Rohmatul meninggal saat dirawat di RSUD Grati. Sedangkan rekannya, Mianto masih dalam perawatan.

“Terduga pelaku Rohmatul meninggal dunia di rumah sakit. Tangannya putus,” lanjutnya.

Saat ini, menurut Kapolsek Grati, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Petugas juga tengah mengejar dua terduga pelaku yang berhasil lolos. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #Honda beat #pencurian motor #winongan #Grati #senjata makan tuan #bondet