Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ajak Masyarakat Jaga Pasuruan, Begini Cara yang Dilakukan Pemkot Pasuruan

Fahrizal Firmani • Selasa, 9 September 2025 | 13:00 WIB
DEMI KONDUSIVITAS: Sarasehan kebangsaan di Gedung Harmoni, Minggu (7/9)
DEMI KONDUSIVITAS: Sarasehan kebangsaan di Gedung Harmoni, Minggu (7/9)

PASURUAN, Radar Bromo-Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga keharmonisan Kota Pasuruan.

Salah satunya dengan mengundang masyarakat hadir dalam kegiatan sarasehan kebangsaan. Kegiatan ini sebagai respon banyaknya demo yang berujung kerusuhan di berbagai daerah di Indonesia.

Masyarakat yang hadir berasal dari purnawirawan, ojek online (ojol), tokoh masyarakat, lurah, camat, perwakilan organisasi masyarakat (ormas) hingga budayawan.

Turut hadir wali kota, Adi Wibowo; Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko dan Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin S.

Kegiatan ini dilakukan di halaman Gedung Harmoni. Selama satu jam, masyarakat diajak mendengsrkan pidato kebangsaan oleh presiden pertama RI Ir Soekarno dan Presiden Prabowo Subianto.

DEMI KONDUSIVITAS: Sarasehan kebangsaan di Gedung Harmoni, Minggu (7/9) malam.
DEMI KONDUSIVITAS: Sarasehan kebangsaan di Gedung Harmoni, Minggu (7/9) malam.

Mereka juga diajak menyanyikan lagu kebangsaan mulai dsri Indonesia Raya dan Padamu Negeri. Terakhir mendoakan keselamatan bangsa.

Mas Adi-sapaan Wali Kota mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan kota. Tidak langsung percaya pada berita hoaks di media sosial. Melainkan mengecek dahulu kebenarannya.

Sebab seringkali kemarahan masyarakat dipicu oleh berita yang tidak relevan. Mereka boleh saja menyampaikan aspirasi tapi tidak dengan cara anarkis.

"Ayo jogo kuto Pasuruan. Iki omahe dewe, kudu dijogo ben aman lan nyaman (ayo jaga Kota Pasuruan. Ini rumah kita sendiri, harus dijaga biar aman dan nyaman)," kata Mas Adi.

Ketua PC NU Kota Pasuruan, H. Muhammad Nailur Rohman menyebut, cara menjaga ketertiban adalah saling merangkul. Perbedaan tidak menjadi pembeda. Yang kaya membantu yang miskin.

Yang miskin tidak berupaya melakukan di luar kemampuannya. Dan pajabat mendengarkan keluh kesah warganya.

"Seyogyanya semua saling merangkul. Pejabat harus memiliki empati agar tidak membuat sakit hati masyarakat," terang Gus Ammak-sapaannya. (riz/fun)

Editor : Fandi Armanto
#unjukrasa #sarasehan #Kebangsaan #demonstrasi #pemkot pasuruan