PASREPAN, Radar Bromo- Muhammad Mustofa, 28 pemilik bondet yang meledak di rumah neneknya RT 8/RW 3, Dusun Ngepoh, Desa/ Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/8), ternyata selama ini merupakan seorang buron.
Ia merupakan sosok yang dicari polisi, atas sejumlah kasus pencurian pikap lintas daerah.
Salah satunya, ia dinilai bertanggung jawab atas aksi pencurian pikap di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Hal itu terungkap usai Rabu siang (20/8), tim Jatanras Polda Jatim Hellboy cs mendatangi lokasi tempat ledakan bondet.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah menjelaskan, pelaku yang diduga pemilik bondet meledak di Dusun Ngepoh, Desa Pasrepan merupakan DPO.
Itu berdasarkan ciri pelaku yang selama ini masih dalam pemburuan atas pencurian pikap di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
“Pelaku merupakan DPO pencurian pikap di Kecamatan Purwosari,” ujarnya.
Saat ini pihaknya masih akan melakukan penyelidikan. Yakni, untuk mengungkap asal usul ledakan bondet terlebih dahulu.
Status pelaku Mustofa juga dibenarkan Kapolsek Pasrepan AKP Deddy Suryo Cahyono. Ia mengatakan, Mustofa merupakan spesialis pencurian pikap L 300.
Selain di Kecamatan Purwosari Pasuruan, Mustofa juga pernah melakukan pencurian di Sidoarjo dan Mojokerto.
“Spesialis pencurian pikap L 300. Sekarang masih dalam penanganan medis,” ujarnya.
Diketahui, warga RT 8/RW III, Dusun Ngepoh, Desa/ Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan geger. Itu setelah ledakan dahsyat memporak porandakan rumah warga setempat, Rabu pagi (20/8).
Rumah itu alami kerusakan. Selain itu, M Mustofa, sang cucu pemilik rumah juga alami luka parah akibat ledakan dari bondet alias bom ikan itu.
Pergelengan tangan Mustofa terputus. Selain itu, ia alami luka bakar di sekujur tubuhnya. Sejumlah jari tangan kirinya juga putus. Mustofa pun dievakuasi ke RSUD dr R Soedarsono. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi