WONOREJO, Radar Bromo-Aksi massa merusak rumah pelaku pembunuhan pada bocah 7 tahun di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan tak sampai menimbulkan korban.
Saat massa merusak rumah pelaku pembunuhan Afandi dan kakaknya yang bersebelahan, kedua rumah tengah kosong. Ayah dan kakak pelaku sudah keluar dari rumah sejak Sabtu sore (9/8).
Kades Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan Abdur Rohim mengatakan, aksi perusakan itu sudah diketahui keluarga pelaku.
Bahkan, sebenarnya keluarga pelaku sempat ingin melaporkan perusakan itu Polsek Wonorejo.
Namun, rencana itu dicegah oleh pihak desa. Pihaknya meminta agar keluarga pelaku menahan diri, sebab suasana masih panas.
Dikhawatirkan, laporan pada pihak kepolisian justru akan membuat aksi anarkis yang lebih besar terjadi.
“Kami berniat memediasi kedua pihak soal perusakan rumah ini. Namun, tidak dalam waktu dekat. Sebab, keluarga korban masih emosi. Kalau situasi kondusif, kami akan mempertemukan kedua pihak,” terangnya.
Meski demikian, Pemdes Wonorejo sudah melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian.
Sejak perusakan, ada beberapa aparat dari Polres Pasuruan yang berjaga.
Mereka dibantu oleh perangkat Desa Sambisirah yang berjaga secara bergantian selama 24 jam. Tujuannya, untuk mencegah amukan massa terjadi lagi.
Minggu (10/8), sejumlah guru dan teman korban MHM di SDN Sambisirah 2 datang bertakziah. Suasana pun berubah haru. Mengingat MHM selalu berkelakuan baik selama di sekolah. Mereka berharap peristiwa ini bisa segera selesai.
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Seno menyebut, sampai kemarin motif penyerangan Afandi pada korban belum diketahui.
Namun, penyidik Satreskrim sudah meminta keterangan pelaku. Pada petugas, pelaku telah mengaku bahwa dirinya menghantam korban tiga kali menggunakan belencong.
Sampai saat ini, status Afandi masih saksi. Rencananya, dalam waktu dekat penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menaikkan status menjadi tersangka.
Terkait insiden perusakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak desa. Meminta semua pihak agar saling menahan diri.
"Untuk insiden perusakan, kami tunggu perkembangan. Kalau pihak keluarga pelaku melapor saat ini, malah tambah ramai. Bisa ada aksi lainnya," tutur Joko.
Diketahui, insiden berdarah terjadi di RT 2/RW 4, Dusun Areng Areng Selatan, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. MHM, 7, meninggal di ruang tamu rumahnya usai dihantam dengan belencong oleh tetangganya, Afandi, 32, Sabtu siang (9/8).
Korban meninggal saat dibawa ke RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ia mengalami tiga luka di kepala. Dua luka di kepala belakang, sementara luka lainnya di bagian atas.
Belum diketahui motif pelaku memukul korban. Namun, Afandi diketahui selama ini mengalami stres. Diduga karena tidak kunjung dapat pekerjaan. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi