PASURUAN, Radar Bromo-Warga RT 2/ RW 4, Dusun Areng Areng Selatan, Desa Sambisirah, kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan geger.
Itu setelah, bocah setempat MMH, 7 ditemukan tewas bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.
Bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar itu dihantam berulang kali dengan belencong alias pecuk.
Penganiayaan ini terjadi sekitar pukul 11.15. Korban dihantam tiga kali oleh tetangganya, Afandi, 32.
Korban mengalami luka di bagian kepala belakang dan atas. Ia sempat dibawa ke RSUD Bangil, kabupaten Pasuruan. Namun sayang, sang bocah tewas saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, rumah korban dengan pelaku berhadapan. Hanya berjarak 15 meter.
Demi kelancaran penyelidikan, tempat kejadian perkara (TKP) diberi police line atau garis polisi untuk pengamanan.
Kades Sambisirah, Abdul Rohim menuturkan peristiwa ini diketahui pertama kali oleh paman pelaku, Gunawan, 60.
Saat itu, korban diketahui sudah bersimbah darah di kepala dan wajahnya di ruang tamu rumahnya. Sementara pelaku berada di dekat korban membawa belencong.
Mengetahui korban dihantam Afandi, Gunawan langsung berteriak meminta tolong. Keluarga korban dan tetangga mendatangi rumah itu.
Sebagian menolong korban dan membawanya ke RSUD Bangil. Sementara sebagian warga lainnya mengamankan Afandi sebelum diamankan oleh satreskrim Polres Pasuruan.
"Paman pelaku, Gunawan yang pertama kali tahu peristiwa ini. Namun saat itu korban sudah bersimbah darah setelah dihantam oleh pelaku," katanya.
Sayangnya, nyawa korban tidak terselamatkan. Ia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit dengan dua luka pendarahan di kepala bagian belakang dan satu luka pendarahan di kepala bagian atas.
Peristiwa itu pun membuat ibu korban, Silvi Dwi Purnama syok. Bahkan, kakek korban yang merupakan ayah Juli sempat ngamuk.
Ia mengancam hendak menghancurkan rumah pelaku. Syukur bisa dihadang oleh tetangga. Maklum, Haidar adalah anak pertama Silvi dengan suami pertamanya, Juli Eko Prasetyo, warga kecamatan Lekok. (riz/mie)
Editor : Muhammad Fahmi