PASURUAN, Radar Bromo-Payung Madinah masih menjadi daya tarik wisata di Kota Pasuruan. Selama enam bulan pertama tahun 2025, ada hampir satu juta wisatawan mengunjungi kota santri itu. Mayoritas karena ingin berswafoto di Payung Madinah.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Dyah Ermitasari menuturkan, ada 901.486 wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan sampai Juni 2025. Artinya, rata-rata dalam sebulan mencapai lebih dari 150 ribu wisatawan.
Rinciannya, wisatawan domestik mencapai 896.838 pengunjung. Sedangkan wisatawan mancanegara sebanyak 4.648 pengunjung.
Paling tinggi wisawatan datang di bulan April, yaitu sebanyak 163 337. Ini wajar, karena April bersamaan dengan liburan Hari Raya Idul Fitri.
Mita–sapaannya–menyebut, tingginya wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan tidak terlepas dari keberadaan Payung Madinah.
Pemandu wisata di lokasi kerap membantu wisatawan yang ingin berjalan-jalan di seputar ikon yang berada tepat di depan masjid jamik itu. Banyak yang datang untuk berswafoto.
"Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tahun ini ada kenaikan. Tahun lalu hanya 698 ribu pengunjung sampai Juni," kata Mita.
Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Imam Joko sangat mengapresiasi tingginya wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan.
Hal ini menunjukkan tujuan pembangunan Payung Madinah tercapai. Sebab, payung ini memang diharap menjadi magnet wisatawan.
Namun, yang harus mendapatkan perhatian lebih agar tingginya kunjungan juga berimbas pada perekonomian setempat.
Misalnya, retribusi parkir meningkat atau okupansi hotel menjadi tinggi. Sebab, kenyataannya, setoran parkir ke kas daerah masih minim.
“Dengan begitu, dampaknya bisa dirasakan banyak orang. Penjual yang berdagang di sekitar Payung Madinah ikut laris jualannya. Termasuk Kota Pasuruan,” tutur politisi PKS ini. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi