Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sebulan Rata-Rata 150 Ribu Wisatawan Datang Menikmati Keindahan Payung Madinah Pasuruan

Fahrizal Firmani • Jumat, 8 Agustus 2025 | 04:30 WIB

 

 

INDAH: Penampakan Payung Madinah yang menghiasi pelataran Masjid Agung Al Anwar Kota Pasuruan tampak begitu indah. Hal itu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berdatangan.
INDAH: Penampakan Payung Madinah yang menghiasi pelataran Masjid Agung Al Anwar Kota Pasuruan tampak begitu indah. Hal itu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berdatangan.

PASURUAN, Radar Bromo-Payung Madinah masih menjadi daya tarik wisata di Kota Pasuruan. Selama enam bulan pertama tahun 2025, ada hampir satu juta wisatawan mengunjungi kota santri itu. Mayoritas karena ingin berswafoto di Payung Madinah.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Dyah Ermitasari menuturkan, ada 901.486 wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan sampai Juni 2025. Artinya, rata-rata dalam sebulan mencapai lebih dari 150 ribu wisatawan.

Rinciannya, wisatawan domestik mencapai 896.838 pengunjung. Sedangkan wisatawan mancanegara sebanyak 4.648 pengunjung.

Paling tinggi wisawatan datang di bulan April, yaitu sebanyak 163 337. Ini wajar, karena April bersamaan dengan liburan Hari Raya Idul Fitri.

Mita–sapaannya–menyebut, tingginya wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan tidak terlepas dari keberadaan Payung Madinah.

Pemandu wisata di lokasi kerap membantu wisatawan yang ingin berjalan-jalan di seputar ikon yang berada tepat di depan masjid jamik itu. Banyak yang datang untuk berswafoto.

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tahun ini ada kenaikan. Tahun lalu hanya 698 ribu pengunjung sampai Juni," kata Mita.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Imam Joko sangat mengapresiasi tingginya wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan.

Hal ini menunjukkan tujuan pembangunan Payung Madinah tercapai. Sebab, payung ini memang diharap menjadi magnet wisatawan.

Namun, yang harus mendapatkan perhatian lebih agar tingginya kunjungan juga berimbas pada perekonomian setempat.

Misalnya, retribusi parkir meningkat atau okupansi hotel menjadi tinggi. Sebab, kenyataannya, setoran parkir ke kas daerah masih minim.

“Dengan begitu, dampaknya bisa dirasakan banyak orang. Penjual yang berdagang di sekitar Payung Madinah ikut laris jualannya. Termasuk Kota Pasuruan,” tutur politisi PKS ini. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Payung Madinah #pasuruan #wisata