PASURUAN, Radar Bromo-Masyarakat Pasuruan yang hendak memancing atau melaut perlu berhati-hati.
Pastikan cuaca bersahabat dan kapal dalam kondisi baik. Karena jangan sampai, kecelakaan saat melaut menimpa.
Peristiwa kecelakaan saat melaut (laka laut) cukup rawan terjadi. Sepanjang tahun ini, ada tiga kali laka laut.
Korban ada yang selamat dan meninggal dunia. Penyebabnya, human error hingga cuaca.
Anggota Sat Polairud Polres Pasuruan, Aiptu Laswanto menyebut ada tiga laka laut yang menimpa warga Pasuruan sepanjang Januari hingga Juli.
Yaitu satu nelayan asal Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan yang terkena petir dan membuat korban meninggal dunia.
Lalu ada laka laut perahu yang ditumpangi warga Ngemplakrejo, tenggelam. Syukur seluruh penumpang sebanyak 25 orang selamat.
Serta laka laut perahu yang membawa nelayan pemancing di Perairan Lekok, Juli kemarin.
Di mana, ada lima orang meninggal dunia karena tenggelam dan 16 orang lainnya berhasil selamat.
"Tiga kali laka laut selama enam bulan lebih ini. 41 orang selamat dan enam orang meninggal dunia," katanya.
Wanto-sapaannya meminta agar masyarakat selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan.
Tiga laka laut ini, dua diantaranya disebabkan cuaca dan human error. Kapal pemancing membawa muatan berlebihan.
Sementara perahu warga Ngemplak memang kapalnya kurang layak.
Ia selalu meminta agar masyarakat memperhatikan cuaca saat hendak melaut. Jika cuaca buruk sebaiknya ditunda.
"Begitu pula cek kondisi kapal sebelum berangkat. Jangan kelebihan membawa muatan karena membahayakan," jelas Wanto. (riz/one)
Editor : Fahreza Nuraga