PASURUAN, Radar Bromo - Capaian perikanan budi daya masih jauh dari target.
Sampai triwulan dua, ikan yang dipanen petani budi daya baru 550 ton. Masih jauh dari target sebesar 2.629 ton di tahun ini.
Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Muallif Arif menyebut perikanan budi daya hingga Juni masih kurang 2.079 ton dari target.
Sebab tahun ini, pihaknya menaikkan target sebesar dua persen. Ditargetkan sebanyak 2.629 ton ikan budi daya bisa dihasilkan.
Jumlah itu, naik dari tahun 2024 lalu yang hanya sebesar 2578 ton. Penyumbang tertinggi perikanan budi daya adalah ikan bandeng yang mencapai 344 ton.
Disusul oleh gracilaria verrucosa atau rumput laut merah, penghasil agar-agar.
"Tahun ini kami naikkan target dua persen. Karena produksi tahun lalu, terlampuai. Namun hingga Juni ini, masih 550 ton," katanya.
Ayik-sapaan akrabnya menjelaskan, tinggi rendahnya perikanan budi daya, dipengaruhi oleh produkai petani tambak.
Bisa jadi saat ini, ada yang belum panen. Sehingga produksinya belum tinggi. Namun, pihaknya optimis bisa mencapai target.
Untuk menggenjot produksi perikanan budi daya, pemkot telah memberikan biofolk yang merupakan hibah dari pemprov.
Alat ini mampu membuat pertumbuhan ikan budi daya menjadi lebih cepat.
"Kami optimis, target tahun ini bisa tercapai. Masih baru enam bulan berjalan. Masih tersisa enam bulan lagi," tutur Ayik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin