PASURUAN, Radar Bromo - Perjalanan Persekap di Piala Soeratin U-17, terhenti. Skuad Untung Suropati gagal lolos ke babak 8 besar usai disingkirkan Gen B Mojokerto dalam babak 16 besar. Minggu (27/7), Persekap dikalahkan Gen B Mojokerto 1-3 dalam adu tos-tosan.
Bermain di depan pendukung di Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan, tidak bisa dimanfaatkan maksimal oleh Persekap. Skuad asuhan Asyari Cahyani ini sempat unggul 1-0 di babak pertama. Namun, memasuki babak kedua berhasil disamakan oleh Gen B.
Hasil imbang ini bertahan sampai waktu normal 2 x 45 menit berakhir. Laga dilanjutkan adu penalti. Dalam tos-tosan ini, empat penendang Persekap gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara, Gen B hanya gagal mengeksekusi sekali.
Sejatinya, sejak menit pertama kedua tim bermain menyerang. Mereka sama-sama ngotot ingin mencari kemenangan. Di menit kelima, Persekap unggul usai mendapat hadiah penalti. Muchamad Zidan sebagai eksekutor, berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Tertinggal 0-1 membuat skuad Gen B terus menekan. Namun, hingga turun minum hasil 0-1 tidak berubah. Memasuki babak kedua, kedua tim tetap menampilkan permainan menyerang. Keuntungan bagi Gen B saat mendapat tendangan bebas di depan kotak penalti.
Kevin Febriyanto yang menjadi penendang bisa melakukan dengan sempurna. Tendangannya mampu mengelabui kiper Aditya Gusti. Skor imbang 1-1 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan. Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Akhirnya, Gen B bisa unggul.
Coach Gen B Mojokerto Ferry Dwi mengaku senang dengan hasil ini. Sejak awal, ia menekankan kepada pemain jika kemenangan dalam sepak bola bukan segalanya. Yang terpenting bermain baik. “Ternyata para pemain bisa bermain luar biasa. Pemain mampu menerjemahkan intruksi pelatih di lapangan dengan baik," katanya.
Coach Persekap Asyari Cahyani mengaku kecewa dengan hasil ini. Namun, dalam sepak bola selalu ada namanya keberuntungan. Persekap hari ini tidak beruntung. Kegagalan eksekutor pertama cukup berdampak. Apalagi, Persekap mendapat kesempatan lebih dulu.
Sementara, penendang pertama Gen B bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Kondisi ini cukup membebani eksekutor lainnya. “Kami juga sudah mengingatkan agar tidak membuat kesalahan dengan pelanggaran di areal pertahanan. Akhirnya dimanfaatkan untuk mencetak gol,” ujarnya. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando