DANAU Ranu Grati merupakan salah satu ikon pariwisata yang ada di Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini, keberadaan danau yang terletak di Kecamatan Grati ini bukan hanya menjadi destinasi favorit bagi wisatawan. Melainkan juga memainkan peran strategis dalam menyediakan air irigasi untuk sektor pertanian serta memenuhi kebutuhan air bersih bagi tiga desa yang berada di sekitarnya.
Pola pemanfaatan sumber daya air Ranu Grati bersifat multifungsi dan mencerminkan keterhubungan antara aspek ekologis, sosial, ekonomi, serta budaya komunitas lokal. Dampaknya di kemudian hari mulai muncul bentuk pencemaran, termasuk limbah domestik, residu industri, serta akumulasi logam berat. Dampak ini menimbulkan ancaman nyata terhadap keberlanjutan fungsi ekologis danau.
Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan konservasi secara berkelanjutan sebagai langkah strategis menjaga keberlangsungan fungsi Ranu Grati dalam jangka panjang. Permasalahan serta potensi yang terdapat di ranu tersebut direspons oleh PT PLN Indonesia Power UBP Grati melalui inisiasi dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berupa inovasi sosial yang diberi nama “Ranu Lestari”.
“Program ini berlatar belakang banyaknya permasalahan yang harus dihadapi masyarakat sekitar danau. Di antaranya tingginya angka penganggguran, baik usia produktif maupun lansia. Kemudian, budi daya ikan yang masih dilakukan secara tradisional serta keterbatasan hasil panen dan tingginya biaya pakan dan listrik,” jelas Erwin Andy Herlambang, senior manager PT PLN Indonesia Power UBP Grati.
Inisiatifnya mencakup penyediaan pelatihan, dukungan permodalan, pendampingan kewirausahaan, hingga pengembangan sistem produksi pakan ramah lingkungan dan eco enzym sebagai upaya menciptakan budi daya ikan yang berkelanjutan.
Pelatihan tersebut diberikan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Kemudian juga modal usaha dan pendampingan wirausaha.
Dalam menjalankan usaha baik bagi pemuda pengangguran dan lansia dalam budi daya ikan, inovasi sosial ini membangun sistem agar kelompok rentan tidak terkendala dalam memiliki stok pakan ramah lingkungan.
Melalui rumah pakan mandiri yang memproduksi pakan ramah lingkungan untuk ikan dan bebek, harga lebih murah dibandingkan pakan pabrikan.
Selain itu, memiliki rumah eco enzym sebagai wadah bagi warga untuk produksi eco enzym yang kemudian dituangkan ke keramba ikan. Untuk menjaga kualitas air danau Ranu Grati dilakukan perubahan menuju budi daya ikan yang ramah lingkungan.
Kemudian, meminimalkan endapan pakan ramah lingkungan dilakukan teknik budi daya ikan campursari atau tumpangsari, di mana di dalam keramba ada 2 jenis ikan yaitu patin dan nila.
Patin yang karakter hidup di bawah air memakan pakan ikan yang jatuh atau tenggelam hingga ke dasar kolam, sedangkan nila makan pakan di permukaan air.
Perubahan yang paling membanggakan, budi daya ikan secara tradisional kini berubah menjadi budiya ikan yang ramah lingkungan.
Dengan menerapkan budi daya ikan teknik tumpang sari atau campur sari, yang dilakukan oleh kelompok Mina Makmur sejak tahun 2023.
Pada tahun 2024, melengkapi solusi masalah air telah berdiri Kelompok Peduli Ranu yang berjumlah 12 orang aktif memproduksi eco enzym secara swadaya lalu ditebarkan ke air Ranu Grati.
‘’Kemudian tahun 2025 ini, bertambah 2 kelompok eco enzym aktif produktif dan nuang eco enzym. Sehingga masing-masing desa pemanfaat danau Ranu Grati kini telah memiliki kelompok eco enzyme,’’ kata Suryanto, ketua Kelompok Peduli Ranu. (unt/fun/*)
Kompleksitas Program ‘’Ranu Lestari’’
- Pengelolaan sampah terpadu,
- Budi daya ikan ramah lingkungan
- Perbaikan kualitas air danau Ranu Grati dengan eco enzyme.
- Pelatihan, modal, dan pendampingan wirausaha.