PURWOREJO, Radar Bromo-Warga Lingkungan Temenggungan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Kamis (19/6) pagi dibuat kaget.
Sejumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota setempat kembali datang.
Warga awalnya mengira, pencarian M. Syawali, balita hilang pada Senin (19/6) lalu digelar kembali.
"Saya kira anak itu ketemu, atau lagi dicari. Kok banyak relawan datang ke sini," ujar warga setempat.
Ya, sejumlah personel BPBD memang berada di lokasi sejak Rabu (18/6) malam.
Mereka datang untuk melakukan persiapan yang hendak digelar Wali Kota Adi Wibowo bersama sejumlah kepala OPD Kota Pasuruan esok harinya.
Yakni, agenda susur sungai sepanjang Kali Gembong. Kebetulan lokasi startnya berada di lingkungan tempat area hilangnya balita Syawali yang hingga kini keberadaannya masih misteri.
Agenda susur sungai itu rupanya bertepatan genap sebulan balita tersebut hilang.
Kisah hilangnya Syawali sampai kini pun masih misteri. Beragam upaya sudah dilakukan.
Mulai pencarian selama tujuh hari oleh Tim SAR Gabungan. Hingga upaya lewat supranatural. Yakni dengan meminta pertolongan kepada para "orang pintar." Namun, jasad Syawali tak kunjung ditemukan.
Kasus yang semula ditangani Polsek Purworejo itu kini diambil alih oleh Polresta Pasuruan.
Satreskrim Polres Pasuruan Kota sampai kini masih melakukan pendalaman. Polisi juga belum menerima resmi laporan kehilangan dari pihak keluarga korban.
Baca Juga: Butuh Keterangan, Polisi Buru Orang Tua Balita yang Hilang di Sungai Gembong
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengungkapkan bahwa kegiatan susur Sungai Gembong tersebut untuk melakukan swot analysis atau perencanaan strategis terkait potensi sumber daya alam dan ancaman maupun tantangan kebencanaan.
Apalagi Kota Pasuruan dikelilingi oleh tiga sungai besar. Yakni Sungai Welang, Gembong dan Petung.
Susur sungai juga langkah awal dalam memetakan potensi yang ada. Salah satunya berkenaan dengan sektor wisata.
Dalam susur sungai selama kurang lebih dua jam itu diawali dari perbatasan selatan Kota Pasuruan yang berada di wilayah Kelurahan Pohjentrek.
Hingga menuju ke muara sungai di Pelabuhan Pasuruan. Rombongan juga selanjutnya menyusuri pesisir sampai wilayah pantai Kepel kota setempat.
Dari hasil susur sungai itu masih banyak ditemukan sampah di dasar maupun bantaran sungai.
Tak hanya itu, Adi Wibowo juga melihat ada sejumlah pemukiman yang ada di sempadan sungai.
Bahkan tak sedikit juga terdapat bangunan pemukiman warga yang berdiri tepat di atas parapet atau pondasi benteng sungai.
Dari temuan itu, pihaknya akan melakukan pemetaan terkait ancaman maupun potensi untuk kepentingan pembangunan di Kota Pasuruan. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi