Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemotongan di RPH Kota Pasuruan Terus Menurun, Tahun Ini Hanya Terima 79 Hewan Kurban

Fahrizal Firmani • Senin, 9 Juni 2025 | 15:00 WIB

 

Suasana tempat karantina di RPH Blandongan Kota Pasuruan. Di Idul Adha tahun ini, hanya sedikit hewan kurban yang dipotong di tempat ini.
Suasana tempat karantina di RPH Blandongan Kota Pasuruan. Di Idul Adha tahun ini, hanya sedikit hewan kurban yang dipotong di tempat ini.

PASURUAN, Radar Bromo-Jumlah hewan kurban yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH) Kota Pasuruan tahun ini, menurun.

Hanya 79 ekor. Jauh dari tahun lalu yang mencapai 118 ekor. Paling banyak adalah kambing dengan 46 ekor.

Selama tiga tahun ini, jumlah hewan kurban yang dilayani oleh RPH terus menurun. Pada 2023, ada 124 ekor, lalu turun menjadi 118 ekor pada tahun lalu dan tahun ini kembali turun menjadi 79 ekor. Kondisi ini karena banyak masyarakat memilih memotong di kampungnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Pasuruan, Yudhi Hanendro melalui Kepala UPT RPH, Dyan Failasufa menyebut, kambing menjadi favorit hewan kurban dengan 46 ekor.

Sedangkan sapi sebanyak 33 ekor. Seluruhnya dipotong selama dua hari, Jumat (6/6) dan Sabtu (7/6).

"Sama seperti tahun tahun sebelumnya. Yang paling banyak dipotong untuk hewan kurban adalah kambing," kata Dyan.

Ia menyebut dalam pemeriksaan antemortem, seluruh hewan kurban ini dinyatakan sehat dan layak menjadi kurban.

Namun dalam pemeriksaan post mortem ditemukan ada tiga ekor sapi yang bagian hatinya terinfeksi cacing pita. Namun masih layak dikonsumsi. Bagian hatinya dibuang.

"Yang tidak boleh dimakan hanya bagian yang ada cacing pitanya. Bagian lainnya aman dan bisa dimakan," tutur Dyan.

Ia mengaku jumlah hewan kurban yang dilayani oleh RPH tahun ini lebih sedikit.

Kondisi ini disebabkan banyak masyarakat memilih memotong sendiri di kampung masing masing. Dan hal ini tentu tidak menjadi masalah. Jika masyarakat butuh pendampingan, DPKP siap membantu.

"Mau minta dipotong di RPH atau tidak, sama saja. Namun kalau di RPH jelas terjamin pemotongan bersih dan sesuai syariat," tutur Dyan. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pad kota pasuruan #rph #idul adha