Tidak mudah bagi karena petugas bersitegang dengan pedagang yang menolak untuk ditertibkan.
Plt Sekretaris Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat mengatakan, penertiban masih berlanjut.
Puluhan petugas dikerahkan sekitar pukul 07.00 untuk membongkar lapak PKL yang masih membandel.
Malam sebelumnya, ada sejumlah PKL yang membongkar secara mandiri di sebelah barat stasiun.
Pagi itu tinggal tiga pedagang buah yang masih tetap berjualan. “Kami langsung bongkar,” ujarnya.
Namun para pedagang tidak berkenan dan sempat cekcok bersama petugas. Karena mereka tetap ingin berjualan. Walau begitu petugas tetap membongkar tiga lapak yang masih berdiri.
Kemudian dilanjut sebelah timur, hanya membongkar sisa bangunan lapak. Hingga memasuki siang, kawasan pasar sudah bersih dari lapak para pedagang. Hanya tinggal sisi selatan para pedagang yang hanya menggunakan meja.
“Sempat olok-olokan sama pedagang karena mereka mau tetap berjualan. Besok Rabu (28/5) terakhir. Mereka besok akan ditertibkan, dan diusahakan bersih,” ujarnya.
Manajer Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, sebanyak 28 lapak permanen yang berdiri di sebelah timur lahan KAI sudah dibongkar rata dengan tanah.
Di sebelah barat, ada 8 lapak semipermanen sudah dibongkar bersih. Di kawasan Stasiun Pasuruan kini sudah bersih dari lapak pedagang. Hanya menyisakan beberapa PKL di sisi selatan pasar besar. “Masih ada mas. Besok mungkin sudah ditertibkan,” katanya.
Sementara pedagang di sebelah barat lahan KAI, sebenarnya mereka punya lapak di lantai 2 dan 3 Pasar besar. Hanya saja mereka memilih menempati luar pasar dengan alasan jarang ada pembeli yang mau ke sana. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid