PURWOREJO, Radar Bromo–Tidak lama Ita, 32, meninggalkan anaknya di pinggir Sungai Gembong. Namun, saat kembali, MS yang baru 3 tahun, tidak ada lagi di tempat. Bocah itu hilang.
Petugas Polairud Polres Pasuruan dan BPBD Kota Pasuruan langsung menyisir Sungai Gembong begitu dapat laporan Senin (19/5). Penyisiran dilakukan sampai area Pelabuhan Pasuruan.
Sebelum hilang, korban diajak ibunya membeli tempe, sekitar pukul 07.00 ke Dusun Temenggungan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.
Keduanya jalan kaki dari rumah mereka di RT 4/RW 1, Desa Pleret, Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Jaraknya sekitar 200 meter.
Setelah membeli tempe, keduanya langsung pulang. Namun, dalam perjalanan pulang, Ita kebelet buang air besar.
Dia pun dengan cepat menuju ke sungai di sekitar lokasi. Korban ditinggalkan sendirian, sekitar 50 meter dari sungai.
Beberapa menit kemudian, Ita selesai buang hajat. Dia langsung menuju ke lokasi anaknya ditinggal. Namun, korban sudah tidak ada di lokasi semula.
Ita yang panik sempat mencari korban di sekitar sungai. Dia juga sempat menanyakan keberadaan anaknya pada warga sekitar. Namun, korban tidak ditemukan.
“Lauknya dititipkan. Ibunya ini sebenarnya mau menitipkan anaknya juga. Tapi anaknya tidak mau. Akhirnya anaknya diajak dan menunggu di sini (lokasi kejadian). Kondisinya sepi,” terang Kholifah, warga sekitar.
Sungai itu sendiri merupakan Sungai Gembong yang ada di RT 6/RW 5, Dusun Temenggungan. Saat itu, air sungai belum naik. Baru pukul 17.00, debit air mulai naik.
Menurut Kholifah, warga menduga korban mengikuti ibunya ke sungai saat ditinggal sendirian. Kemudian, hanyut terbawa arus sungai. Ada juga dugaan, korban dibawa seseorang.
Begitu mengetahui ada bocah hilang, warga sekitar langsung mencari korban di sekitar sungai. Namun, sampai Selasa (20/5) pagi korban belum juga ditemukan.
“Sampai subuh warga mencari korban. Tapi belum ditemukan,” sampai Yasin, 65, warga setempat.
Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Ary Wikiono mengatakan, pihaknya mendengar informasi ada anak hilang sekitar pukul 18.00. Pihaknya pun langsung turun dengan pasukan dan peralatan lengkap untuk melakukan pencarian.
“Kami sebelumnya tidak dikasih tahu. Kejadian ini baru dilaporkan sore sekitar pukul 18.00. Saat itu juga, kami langsung melaukan pencarian,” sampainya.
Namun, sampai Senin (19/5) malam, korban belum ditemukan. Pencarian lantas dihentikan sekitar pukul 21.00. Sebab, debit air sungai mulai naik. Ditambah medan berbahaya dan gelap.
Selasa (20/5) pagi, pihaknya berkoordinasi ke Polairud Polres Pasuruan untuk melanjutkan pencarian. Dibantu TNI, timsar, relawan, dan BPBD Kabupaten Pasuruan, pencarian dilakukan sampai ke Pelabuhan Kota Pasuruan.
“JIka hari ini belum juga ditemukan, akan kami lakukan evaluasi. Apakah pencarian dilanjutkan ke area yang lebih luas atau dihentikan,” tuturnya.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, ibu korban sudah melapor ke Mapolres Pasuruan Kota.
Pihaknya sudah melakukan penyisiran. Namun, sampai Selasa malam, korban belum ditemukan.
Ada pun ciri korban yaitu tinggi sekitar 100 meter. Kulit sawo matang, rambut lurus, wajah bulat, gemuk, dan tembem. Dan ciri lainnya, hidung pesek. “Saat ini kami masih terus mencari korban,” katanya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi