Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Jembatan di Wonorejo Pasuruan Ambrol usai Diterjang Air Sungai yang Deras, Begini Kondisi Terbaru

Fuad Alyzen • Rabu, 14 Mei 2025 | 04:14 WIB
SAYANG ANAK: Seorang warga menggendong anaknya yang mau berangkat sekolah melintasi sungai usai jembatan Karangjati Anyar, Wonorejo Pasuruan ambrol, (13/5).
SAYANG ANAK: Seorang warga menggendong anaknya yang mau berangkat sekolah melintasi sungai usai jembatan Karangjati Anyar, Wonorejo Pasuruan ambrol, (13/5).

WONOREJO, Radar Bromo- Hujan deras di Kabupaten Pasuruan membuat debit sungai meninggi di Desa Karangjati, Kecamatan Wonorejo, Senin (12/5) malam. Tiga jembatan pun terdampak. Dua di antaranya bahkan ambrol.

Salah satu jembatan yang ambrol itu ada di RT 4/RW 3, Dusun/Desa Karangjati, Kecamatan Wonorejo.

Jembatan Karangjati Anyar ini ambrol akibat diterjang air sungai yang begitu deras. Kaki jembatan sebelah barat tergerus air dan akhirnya jembatan ambrol, Selasa (13/5) pukul 05.30.

Senin siang sejak pukul 14.00, hujan turun deras di wilayah Kecamatan Wonorejo.

Hujan berlangsung hingga pukul 18.00, sehingga membuat sungai banjir. Debit air sungai naik dan arus sungai sangat deras.

“Begitu jembatan ambrol, jalan menuju jembatan langsung ditutup,” sampai Kepala Desa Karang Jati Ashari.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana itu. Namun, warga setempat berharap Pemkab Pasuruan segera memperbaiki jembatan yang ambrol itu.

Mengingat jembatan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Desa Karangjati dan Pakijangan di Wonorejo. Bahkan, merupakan jembatan penghubung menuju wilayah Kecamatan Purwosari.

Jembatan yang dibangun pada 2014 itu, selama ini merupakan jalan utama untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan masyarakat sekitar.

Karena jembatan ambrol, akhirnya akses jalan dialihkan ke jembatan lain yang ada di Desa Pakijangan.

Memang, begitu jembatan ambrol, Pemdes Karangjati segera membuat jembatan darurat dari bambu. Namun, jembatan bambu ini  hanya bisa diakses oleh pejalan kaki.

Tidak hanya jembatan Karangjati Anyar yang ambrol. Pipa air bersih yang melintasi jembatan ini juga putus, saat jembatan ambrol.

Pipa ini mengalirkan air bersih dari daerah di barat sungai ke daerah di timur sungai.

“Karena pipa air bersih putus, untuk sementara warga di timur sungai tidak bisa mendapat air bersih. Sebab, sumber air bersih ini ada di barat sungai,” lanjutnya.

Khoiron, 34, warga Desa Karangjati mengatakan, jembatan Karangjati Anyar ambrol pagi hari. Saat itu, dia berencana mencuci baju di sungai.

Tiba-tiba terdengar suara sangat keras di jembatan, seperti suara benda jatuh berulang kali. Ternyata jembatan Karangjati Anyar ambrol.

“Sebelum jembatan ambrol, ada ibu-ibu mlijo warga Desa Karangjati yang melintas di jembatan ini. Pas setelah mlijo itu melintas, jembatan ambrol. Alhamdulillah, mlijo itu selamat,” katanya.

Namun, mlijo tersebut, menurut Khoirom, sempat tidak bisa pulang ke rumahnya di Karangjati. Sebab, jembatan ambrol. Dia akhirnya menyebarang sungai untuk pulang ke rumahnya.

Tak hanya di Dusun Karangjati. Jembatan Wonoanyar di RT 3/RW 7, Dusun Wonoanyar Tengah, Desa Karangjati, juga ambrol akibat tergerus air sungai yang sangat deras.

Lalu, fondasi sebuah jembatan terkikis di RT 1/RW 2, Dusun Karangasem, Desa Karangjati. Namun, jembatan masih berdiri.

“Kami sudah mendatangi lokasi bersama BPBD untuk mengecek kondisi jembatan yang ambrol,” tutur Camat Wonorejo Didik Suriyanto.

Untuk sementara, menurutnya, tiga jembatan yang ada di tiga dusun itu tidak bisa dilewati. Terutama dua jembatan yang ambrol.

“Warga sementara dialihkan ke jalan lain, tetapi memutar. Selanjutnya akan dibuatkan jembatan darurat dari bambu untuk akses anak-anak sekolah ke SDN Karangjatianyar 2,” sampainya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, pihaknya sudah memantau ketiga jembatan tersebut. Penyebab jembatan ambrol dan rusak, semuanya karena kaki jembatan terkikis banjir.

“Panjang jembatan di Dusun Karangjati dan Wonoanyar sekitar 40 meter. Jembatan yang di Karangasem 20 meter panjangnya. Kami akan segera menindaklanjutinya,” katanya. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #jembatan ambrol #wonorejo #arus sungai