REJOSO, Radar Bromo-Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJI) – Pabrik Pasuruan, Rabu (7/5). Langkah itu sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri berbasis bioteknologi yang ramah lingkungan dan berorientasi ekspor.
PT CJI Pasuruan merupakan bagian dari CJ Group, perusahaan asal Korea Selatan yang telah beroperasi dan berkembang di Indonesia selama lebih dari 35 tahun.
Berawal dari dua produk utama, kini PT CJI telah memperluas lini produksinya ke berbagai produk bioteknologi unggulan, seperti asam amino untuk pakan ternak (Lysine, Tryptophan, Arginine, dan Histidine), bahan tambahan pangan (Cystine), hingga produk biopolimer terbaru, yakni PHA (polyhydroxyalkanoates).
Beberapa produk andalan PT CJI seperti Tryptophan, Arginine, Cystine, dan PHA berhasil menjadi pemimpin pasar global dengan nilai ekspor mencapai lebih dari 400 juta dolar AS pada tahun 2024.
Pencapaian ini ditopang oleh strategi diversifikasi produk yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi mutakhir, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dan fasilitas produksi.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inovasi berkelanjutan yang dilakukan PT CJI.
Ia menekankan pentingnya peran industri bioteknologi dalam meningkatkan daya saing bisnis global sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan pelestarian lingkungan.
Secara khusus, Menteri menyoroti potensi besar dari produk biopolimer PHA yang dikembangkan perusahaan.
Bila diterima dengan baik di pasar, produk ini diyakini mampu menjadi solusi untuk mengurangi permasalahan limbah plastik yang kian mendesak.
"Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar solusi berbasis inovasi seperti ini bisa berdampak luas dan nyata untuk masa depan yang lebih berkelanjutan," ujarnya. (eka)
Editor : Muhammad Fahmi