Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sebelum Membekuk Tujuh Penculik Santri Pondok Metal, Polisi Kejar-kejaran sampai Gresik, Amankan Softgun-Perangkat untuk Nyabu

Fuad Alyzen • Rabu, 23 April 2025 | 15:45 WIB
MASIH DIDALAMI: Tujuh pelaku penculik santri Pondok Metal yang sudah diamankan. Polisi juga mengamankan barang bukti seperti pistol softgun dan alat hisap sabu-sabu.
MASIH DIDALAMI: Tujuh pelaku penculik santri Pondok Metal yang sudah diamankan. Polisi juga mengamankan barang bukti seperti pistol softgun dan alat hisap sabu-sabu.

REJOSO, Radar Bromo-Drama penculikan seorang santri Pondok Metal di Desa Rejoso Lor, Kecamatan rejoso, Kabupaten Pasuruan, berhasil dituntaskan kepolisian.

Korps Bhayangkara tidak hanya mengamankan Sul, 18. Tetapi juga tujuh orang yang diduga sebagai pelaku penculikan.

Penangkapan tujuh penculik Sul juga tidak mudah. Polisi sampai harus melakukan pengejaran hingga ke wilayah Gresik.

Lima pelaku berhasil dibekuk saat melintas di Exit Tol Kebomas, Gresik. Sementara dua lainnya dibekuk di Kota Gresik. Lima diantara pelaku diduga residivis dan bagian jaringan narkoba jenis sabu-sabu.

Selasa (22/4) tujuh pelaku sudah ditunjukkan kepada media. Bukan hanya tujuh orang yang diamankan.

Yang bikin cengang, polisi juga menyita tiga pucuk senjata softgun yang digunakan pelaku untuk mengancam korban hingga alat hisap SS.

“Korban memang diculik di Pondok pada Senin (21/4) malam. Untuk motifnya masih didalami,” beber Ipru Choirul Mustofa Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota.

Sebelumnya, Pasuruan memang sempat dibikin gempar. Ini setelah Sul yang merupakan santri Pondok Metal, diculik oleh sejumlah orang.

Senin sekitar pukul 19.30, Sul memang ada di dalam pondok. Hingga dia diminta oleh pengurus pondok, meminta tolong kepadanya untuk berbelanja di sebuah toko modern di  Jalan Raya Pantura Desa Rejoso Lor.

Sebagai santri, Sul yang juga berasal dari Desa Rejoso Lor ini memang kerap dipercaya oleh pengurus untuk membeli keperluan pondok. Nah, saat belanja itulah Sul tiba-tiba didatangi oleh sejumlah orang yang mengendarai mobil Avanza warna hitam.

Meski saat itu pondok sedang ramai, mulanya orang-orang tak mengira bahwa orang yang datang akan menculik Sul.

Mereka tak curiga karena para pelaku, datang dengan mengenakan sarung dan pakaian ala santri. Sehingga saat Sul disergap dan digiring ke dalam mobil, orang di sekitar pondok hanya terkejut.

Namun selang beberapa menit, teman korban yang berada di dekat lokasi, mulai curiga. Sebab mereka mendengar suara minta tolong.

Orang-orang dan kawan Sul di sekitar pondok, sempat mengejar para pelaku. Namun malam itu mereka kalah cepat karena pelaku sudah kabur ke arah Barat dengan mobil melaju kencang.

Atas kejadian tersebut, pengurus pondok langsung melakukan pencarian. Salah satu pengurus pondok Zainul Arifin, 40, warga Desa/Kecamatan Gondangwetan, juga menghubungi kepolisian dan pengurus pondok yang lain. “Kami melapor ke Polres Pasuruan Kota,” beber Aptu Junaidi, Kasi Humas Polres Pasuruan Kota.

Begitu mendapat laporan dari pengurus Pondok Metal, Polres Pasuruan Kota langsung menindaklanjuti, Tim gabungan dibentuk. Bahkan Polda Jatim ikut bergabung.

Mulanya penyelidikan dilakukan dengan menelusuri rekaman CCTV. Dari situlah diketahui bahwa memang terjadi aksi kekerasan saat pelaku membawa Sul. Tapi sampai Senin malam, belum diketahui apa motif dari pelaku.

Malam itu juga polisi menggelar olah TKP. Termasuk menghubungi keluarga korban. Dari keterangan yang diperoleh, keluarga menyebut selama ini korban tak pernah memiliki musuh. Sehingga minim petunjuk yang diperoleh.

Hingga Selasa dini hari, ada pengurus pondok yang dihubungi pelaku lewat telepon. Dari sinilah pintu masuk penyelidikan mulai menemukan titik terang. Pelaku terlacak dan diketahui tengah melinta di area tol.

Berkat kesigapan polisi, tak sampai 24 jam polisi menemukan petunjuk. Selasa sekitar pukul 09.00, polisi berhasil menemukan mobil pelaku yang digunakan untuk menculik korban, meski di dalam pengejaran polisi nyaris terkecoh karena pelaku sempat mengganti mobil yang ditumpangi.

Tidak mudah bagi kepolisian mengejar pelaku. Sebab  pengejaran dilakukan sampai melintas area Gresik.

Upaya polisi berhasil karena para pelaku akhirnya berhasil diamankan saat melintas di Exit Tol Kebomas, Gresik.

Ada lima terduga pelaku yang berhasil dibekuk di dalam mobil. Nah, di dalam mobil itupula diamankan Sul yang saat itu tangannya terikat dan ditidurkan di bawah kursi. “Selama perjalanan, korban sambil ditodongkan pistol,” terang salah satu sumber di kepolisian.

Dari lima pelaku, polisi melakukan pengembangan. Hingga kemudian, dua terduga pelaku lainnya berhasil dibekuk di sebuah rumah di Kota Gresik. Dua pelaku ini disinyalir sedang menunggu kedatangan pelaku lain dan korban dan menyiapkan penyekapan.

Di rumah itu, polisi melakukan penggeledahan. Rupanya di rumah tersebut ditemukan sabu.

Disinilah diketahui bahwa tujuh terduga pelaku ada yang merupakan residivis narkoba. Ketujuh terduga pelaku langsung dibawa ke Polres Pasuruan Kota. Begitu tiba, Satreskrim langsung disambut awak media.

Untungnya, Sul yang menjadi korban penculikan, tak sampai dilukai. Kabarnya, dia hanya syok dan mengalami luka ringan. Sebab selama diculik, dia beberapa kali dipukul seraya diancam dengan pistol.           

Polisi menduga, kejahatan ini ditengarai memang sudah direncanakan. Sampai Selasa (22/4) sore, polisi belum mengetahui apa motif dari penculikan. Polisi masih memeriksa intensif para pelaku.

Kuat dugaan, Sul menjadi korban penculikan salah sasaran.  Sebab, Sul selama ini lebih sering berada di pondok. Kawan-kawannya juga lebih banyak santri.

Kasus ini masih didalami. “Saat ini masih proses pemeriksaan terhasap para pelaku. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan lagi,” sampai Kasatreskrim seraya berjanji akan merilis kasus ini jika semua sudah terungkap. (zen/fun)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#Pondok Metal #Tol Gresik #polda jatim #cctv #komplotan #penculikan #rejoso #polres pasuruan kota