PASURUAN, Radar Bromo - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan berharap bisa naik kelas.
Sistem pembayaran bisa lebih bervariasi. Tidak hanya secara konvensional. Namun juga bisa menggunakan QRIS.
Ketua Paguyuban PKL Sultan Agung, Kurnia Asdin Maharani menyebut PKL Sultan Agung sudah waktunya naik kelas.
Sebab, jumlah PKL dan pembeli yang datang setiap harinya semakin banyak. Apalagi mereka rata-rata melek teknologi.
Pihaknya ingin, agar pilihan cara pembayaran bisa lebih beragam. Sama seperti PKL di Alun-Alun Kota Pasuruan.
Tidak hanya secara tunai, namun pembeli bisa memilih pembayaran dengan online menggunakan QRIS.
"Pembeli dan penjual sudah melek teknologi. Dengan menggunakan barcode, transaksi menjadi lebih mudah," katanya.
Rani-sapaannya menyebut, seringkali pembeli kekurangan uang tunai saat hendak membayar.
Mereka menanyakan pembayaran menggunakan QRIS. Namun karena belum tersedia, terpaksa membayar menggunakan M-banking.
"Nah kalau QRIS kan tanpa kena biaya admin. Kalau pakai M-banking harus membayar biaya admin jika berbeda bank," jelas Rani.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Heri Dwi Jatmiko menyebut usulan dari PKL Sultan Agung sangat bagus.
Artinya, mereka paham dinamika transaksi yang semakin beragam.
Tentu pemkot menyambut positif rencana ini. Nanti, pihaknya akan berkoordinasi dahulu dengan perbankan, agar bisa bekerja sama untuk pembayaran menggunakan QRIS ini.
"Secepatnya usulan ini bisa direalisasikan. Sebab ini permintaan yang positif," terang mantan Camat Gadingrejo ini. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin