Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polres Pasuruan Kota Amankan Tiga Orang usai Memeras di Lokasi Proyek Strategis Nasional di Kraton, Siapa Saja?

Fuad Alyzen • Sabtu, 12 April 2025 | 03:18 WIB

 

 

 

GERAK CEPAT: Personel kepolisian saat mengamankan ketiga orang yang memeras di lokasi proyek strategis nasional milik PT LNG di Jalan raya Kraton, pagi k
GERAK CEPAT: Personel kepolisian saat mengamankan ketiga orang yang memeras di lokasi proyek strategis nasional milik PT LNG di Jalan raya Kraton, pagi k

KRATON, Radar Bromo–Tiga orang harus diamankan Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Jumat (11/4) pagi. Ketiga orang tersebut dinilai mengganggu aktivitas proyek strategis nasional milik PT LNG di Jalan Kraton Industri Raya, Desa Curahdukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

 Ketiga orang tersebut langsung dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota, pada pukul 11.00 setelah diduga berusaha menghalangi jalannya proyek pemasangan jaringan pipa gas dan melakukan pemerasan.

Ketiga orang yang diamankan tersebut berinisial S, F, dan A. Dari ketiganya polisi juga mengamankan barang bukti uang tunai 5 juta rupiah yang diduga didapat dari hasil pemerasan.

Menurut Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa, sebelum mengamankan ketiganya, pihaknya mendapat informasi adanya dugaan pidana pemerasan kepada investor yang sedang bekerja menanam pipa gas di lokasi.

Begitu dapat informasi, Satreskrim langsung bertindak cepat menindak terduga pelaku.

“Tiga orang tersebut langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Saat ini masih perkembangan,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa.

Pak Choi panggilan akrab Kasatreskrim menyebutkan, dari  keterangan yang diperoleh, PT LNG memang mendapat kepercayaan untuk proyek strategis nasional.

Proyek ini seluruhnya sudah mengantongo proses perizinan proyek yang telah dilalui secara legal sesuai mekanisme yang berlaku.

Proyek ini tidak hanya penting bagi kelangsungan distribusi energi nasional. Tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Sehingga begitu mendapat laporan, polisi bergegas meluncur.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa akan terus menjaga stabilitas keamanan di sekitar kawasan industri.

Kepolisian tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu jalannya proyek strategis nasional. Dengan diamankannya 3 orang tersebut, diharapkan menjadi peringatan keras bagi yang lain agar tidak melakukan aksi serupa yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara.

Lalu apa peran dari tiga orang yang sudah diamankan? Soal itu, Pak Choi menyebut masih mendalami. “Masih diperiksa dan dilakukan penyelidikan,” sampainya.

Begitu pula saat ditanya dari latar belakang apa ketiga pemeras tersebut. Sebab informasinya, ada yang mengaku pengacara.

Meski begitu, diamankannya ketiga pemeras, membuat masyarakat lega. Salah satu masyarakat desa setempat mengaku merasa sangat lega, polisi telah mengamankan mereka. Karena kegaduhan di wilayah Pier rata-rata diprovokatori oleh mereka dengan maksud dan tujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan masyarakat.

“Langkah polisi menangkap mereka sangat tepat, selama ini warga dibodoh-bodohi, nakut-nakuti perusahaan supaya dapat proyek dan lain-lain untuk kepentingan sendiri. Padahal dari CSR perusahaan sudah diserahkan ke desa untuk dikelola,” ujar warga yang enggan menyebut nama. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#proyek strategis nasional #pemerasan #pipa gas #polres pasuruan kota