Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pembuatan Jalur Sepeda Menguap, Dishub Kota Pasuruan Lakukan Pengkajian Ulang

Fahrizal Firmani • Jumat, 4 April 2025 | 22:05 WIB
JALUR KOTA: Sejumlah cyclist saat melintas di area Kota Pasuruan. Rencana Pemkot untuk membangun jalur sepeda di Jalan Wahid Hasyim menguap.
JALUR KOTA: Sejumlah cyclist saat melintas di area Kota Pasuruan. Rencana Pemkot untuk membangun jalur sepeda di Jalan Wahid Hasyim menguap.

PASURUAN, Radar Bromo - Rencana pembuatan jalur sepeda di Kota Pasuruan, masih belum jelas.

Keinginan menjadikan Jalan Wahid Hasyim sebagai rute sepeda, menguap. Pemkot berniat mengkaji ulang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto menyebut awalnya memang ada rencana menjadikan Jalan Wahid Hasyim sebagai rute sepeda.

Alasannya, ruas jalan itu lebar, sehingga tidak akan mengganggu lalu lintas kendaraan.

Saat itu, dalam kajian awal, jalur sepeda melintasi Jalan Wahid Hasyim lurus ke selatan melalui depan Masjid Agung Al Anwar.

Berlanjut ke selatan hingga persimpangan Lapas Pasuruan. Namun rencana ini dipastikan tidak berlanjut.

Sebab, Jalan Wahid Hasyim depan Masjid Agung kini tidak bisa dilalui. Karena ada Payung Madinah.

Otomatis, rute jalur sepeda di Jalan Wahid Hasyim menguap. Perlu mencari rute lain.

"Awalnya jalan wahid hasyim yang dibuat menjadi rute sepeda. Namun, tidak akan bisa berlanjut karena jalurnya dipakai Payung Madinah," jelasnya.

Andri-sapaannya menuturkan, idealnya jika ada jalur sepeda maka lebar rutenya sekitar satu hingga dua meter.

Sehingga jalur itu bisa digunakan oleh dua sepeda secara beriringan. Rute bisa memanfaatkan jalan perkotaan.

Selama ini, pesepeda saat gowes menggunakan areal pinggir. Rute yang sering dimanfaatkan adalah Jalan Pahlawan, Balaikota, Soekarno Hatta depan Pasar Besar lalu Jalan Niaga Raya. Mereka biasanya bersepeda dengan lambat.

"Idealnya jalur sepeda menggunakan jalan dalam kota. Cuma memang perlu dikaji ulang," tutur Andri. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #jalur sepeda