PASURUAN, Radar Bromo-Laju perekonomian Kota Pasuruan sepanjang 2024, cukup positif.
Hal ini ditinjau dari pertumbuhan ekonomi Kota Pasuruan yang menembus 5,45 persen.
Meski begitu, jika dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhannya cenderung melambat.
Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmaji menyebut perekonomian Kota Pasuruan pada 2024 tumbuh melambat.
Pada 2023, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,65 persen.
Sementara pada 2024, sebesar 5,45 persen. Kondisi ini, dinilainya terjadi secara nasional.
"Kondisi ini terjadi secara merata. Ekonomi daerah lain se-Indonesia juga tumbuh melambat," kata Imam.
Dari 17 lapangan usaha yang ada, pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha.
Hanya usaha pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 0,24 persen. Yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah usaha jasa lainnya 13,89 persen.
Menurutnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada 2024, bisa terjadi karena banyak hal.
Salah satunya, daya beli masyarakat menurun. Kondisi ini, dikarenakan masyarakat menahan diri sebab ada hal yang lebih prioritas.
"Memang pada 2024, perekonomian masyarakat tidak begitu baik. Daya beli menurun," jelas Imam.
Baca Juga: Bos Pandawa 87 Resmikan SPBU Kebonagung, Berharap Ikut Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kota Pasuruan
Kepala Diskominfotik Kota Pasuruan, Imam Subekti menuturkan perekonomian daerah memang tidak bisa lepas dari kondisi ekonomi nasional.
Meski perekonomian di kota baik dan ketersedian barang melimpah, namun bisa jadi harga tetap tinggi.
"Nah kondisi ini, bisa memicu laju pertumbuhan ekonomi di kota melambat. Karena masyarakat cenderung tidak berbelanja," tuturnya. (riz/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni