Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Angin Kencang Masih Mengancam di Awal Bulan Puasa, BPBD Minta Warga Waspada

Fuad Alyzen • Senin, 3 Maret 2025 | 16:50 WIB

 

 

PESISIR: Wilayah perairan di Pasuruan yang juga perlu diwaspadai saat angina kencang.
PESISIR: Wilayah perairan di Pasuruan yang juga perlu diwaspadai saat angina kencang.

PASURUAN, Radar Bromo-Selama bulan ramadan ini, punsak musim hujan diprediksi akan berlangsung. Ini artinya cuaca ekstrem masih bisa terjadi. Bahkan BOBD mewaspadai angina kencang selama beberapa pekan ke depan.

BPBD mendapat informasi, diprediksi kecepatan antara 15 sampai 19 knot atau 37 kilometer perjam. BPBD menyebut ini bagian cuaca ekstrem musim hujan.

Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Ary Wikiono mengatakan, angin kencang ini termasuk salah satu bagian cuaca ekstrem pada musim hujan kali ini.

Terjadi siklus perubahan iklim yang menimbulkan cuaca ekstrem, seperti angin kencang, hujan deras dan lainnya.

Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan Rully Oktavia Hermawan menambahkan, belakangan ini sudah muncul angin kencang di pulau Jawa, yang otomatis membuat gelombang akan meninggi. “Ini terjadi di seluruh Jawa Timur, meliputi Pasuruan,” sampainya.

Rully menjelaskan, berdasarkan analisa pola angin gradien 3.000 feet, terpantau adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat dan timur Australia.

Tekanan rendah yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Australia dapat berpotensi mengakibatkan siklon tropis. Kondisi ini dapat berdampak pada peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur.

“Secara umum kondisi angin saat ini di wilayah Jawa Timur bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan hingga 19 knot,” ujarnya.

Peningkatan kecepatan angin juga berdampak terhadap peningkatan ketinggian gelombang di perairan Jawa Timur.

Saat ini wilayah Jawa Timur masih memasuki musim hujan dan beberapa wilayah berada pada puncak musim hujan.

Selain itu, aktifnya monsun Asia, adanya fenomena gelombang atmosfer rossby, aktifnya gelombang Madden Jullian Oscilation (MJO).  Serta adanya pertemuan angin di wilayah Jawa Timur mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awanawan penghujan di wilayah Jawa Timur.

Kondisi ini didukung dengan kelembapan udara yang lembap dari lapisan bawah hingga atas dan kondisi atmosfer lokal Jatim yang labil.

Karenanya pihaknya menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan.

Wilayah dengan topografi curam atau bergunung maupun bertebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang. “Masyarakat diimbau untuk selalu memantau, bisa melihat kondisi cuaca terkini dari kami,” ujarnya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#cuaca ekstrem #angin kencang