Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Lestarikan Musik Tradisional lewat Festival Kolaborasi Seni Musik Tradisional

Fahrizal Firmani • Senin, 24 Februari 2025 | 03:25 WIB
TRADISIONAL: Salah satu peserta tampil dengan memainkan salah satu alat musik tradisional berupa gejog lesung.
TRADISIONAL: Salah satu peserta tampil dengan memainkan salah satu alat musik tradisional berupa gejog lesung.

BERBAGAI cara dilakukan Pemkot Pasuruan untuk melestarikan musik tradisional. Seperti dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pasuruan, Sabtu (22/2). Mereka menggelar festival yang diikuti seluruh kelurahan se-Kota Pasuruan.

Total ada 34 tim. Mereka berasal dari kelurahan-keluran di empat kecamatan se-Kota Pasuruan. Mereka mengikuti kegiatan yang diberi nama Festival Kolaborasi Seni Musik Tradisional.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Yanuar Afriansyah, M.M. Secara bergantian peserta menampilkan karya musik.

Peserta menggunakan sejumlah alat musik tradisional. Mulai dari gamelan, angklung, kentongan, hingga lesung. Irama musik yang mereka tampilkan harus orisinal karya tim sendiri. Hasilnya, ada enam kelurahan yang terpilih sebagai penampil terbaik. Mereka diganjar uang pembinaan dan tropi.

Tim terbaik diraih oleh Kelurahan Kepel. Peringkat dua Kelurahan Purutrejo dan peringkat tiga diraih oleh Kelurahan Krapyakrejo. Kemudian, juara harapan I hingga III berturut-turut diraih oleh Kelurahan Mandaranrejo, Kelurahan Bugul Lor, dan Kelurahan Kebonagung.

Kepala Disdikbud Kota Pasuruan Lucky Danardono mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Sengaja dilaksanakan bulan ini juga untuk memperingati Hari Jadi ke-339 Kota Pasuruan. Setiap kelurahan mengirimkan satu tim yang beranggotakan 10 orang.

“Ada pelaku seni dan budayawan Kota Pasuruan yang melatih mereka, sehingga irama lagu yang mereka tampilkan memang asli dan belum pernah dimainkan," jelas Lucky.

Katanya, musik tradisional masih hidup di masyarakat. Banyak warga yang rutin memainkan musik kendang, gamelan, hingga angklung. Hanya saja, peminatnya tidak sebanyak dulu. Melalui festival ini, diharapkan bisa membuat musik tradisional tetap lestari.

“Di beberapa sekolah juga ada ekstrakurikuler gamelan dan angklung. Festival ini akan rutin diadakan tiap tahun,” ujar Lucky. (riz/adv)

Editor : Ronald Fernando
#kolaborasi #pasuruan #musik tradisional