Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Adi Wibowo-M Nawawi Dilantik, Siap Lanjutkan Program Strategis yang Sudah Berjalan

Fandi Armanto • Kamis, 20 Februari 2025 | 13:50 WIB
M Nawawi (kiri) dan Adi Wibowo (kanan)
M Nawawi (kiri) dan Adi Wibowo (kanan)

KESIBUKAN Adi Wibowo sudah terlihat sebelum dia dilantik. Maklum, posisinya dia adalah wali kota definitive. Sembari menunggu format pelantikan, Adi Wibowo masih sempat menghadiri selamatan Hari Pers Nasional di Balai wartawan. Dia juga ramah saat tim Jawa Pos Radar Bromo menemuinya di rumah dinas.

Secara garis besar, Adi Wibowo yang hari ini dilantik Bersama M Nawawi, sudah merencanakan program kerja.

“Program seratus hari kerja harus yang realistis. Bisa saja saya bilang, banjir sudah tidak ada selama 100 hari ke depan. Lha wong 100 hari lagi sudah ganti musim (kemarau, red). Kan tidak masuk,” beber Adi Wibowo sembari disambut tawa.

Rencana yang dia susun bersama wakilnya, jelas masih melanjutkan program strategis, yang salah satunya sektor wisata tourism. Wisata di Kota Pasuruan diyakini bakal mengangkat lini sektor yang lain. Sebab itulah wisata Makkah di Krampyangan yang awalnya diinisiasi Saifgullah Yusuf, perlu dilanjutkan.

Selain karena memang multiyears, proyek ini disebutkan Adi Wibowo, tak terpengaruh refocusing. Seab pembangunannya bukan dari APBD Kota Pasuruan. Tapi ABPD Pemprov Jatim yang nilai totalnya mencapai Rp 80 miliar.

“Tahun ini kami merancang tempat parkirnya. Selanjutnya taman dan sarana olahraga di dalamnya. Tempat ini kami yakini bisa menghidupi Kawasan selatan kota,” beber Adi Wibowo.

Adi Wibowo juga menyinggung soal efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat. Jelas ini berpengaruh terhadap visi-misinya.

Tapi, pemerintah daerah tentu mendukung program Presiden Prabowo, seperti makan bergizi gratis.

Nah, di sinilah di berharap, pemerintah pusat bisa fleksibel. Misalnya untuk penggunaan DBHCHT di daerah.

“Selama in ikan DBHCHT digunakan untuk program tertentu. Misalnya untuk sosialisasi dan seminar. Jika memungkinkan, daerah bisa diberi kreasi untuk mengelolanya. Misalnya ya untuk program untuk mendukung MBG. Dengan begitu, defisit anggaran yang terjadi di pemerintah daerah, ada solusinya,” beber Adi Wibowo.

Setelah dilantik nanti, Adi Wibowo berharap, semua masyarakat ikut mendukung program pemerintah.

Dia memastikan, dirinya dan M Nawawi punya rencana besar terhadap kota santri, yang sebenarnya punya letak strategis di Jawa Timur ini.

Sembari itu, dia juga juga harus menuntaskan persoalan klasik di kota, seperti parkir, PKL dan penataan kota lainnya. (fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#pelantikan kepala daerah #pilwali pasuruan #pemkot pasuruan