POHJENTREK, Radar Bromo- Diduga tidak terima dengan logo sebuah perguruan silat pada kaus yang dipakainya, Andre Kusuma Dita Riyadi, 22, jadi korban kekerasan.
Andre yang mengenakan kaus berlogo salah satu perguruan silat, tiba-tiba dipukul dua pemuda tak dikenal, Sabtu (8/2) malam.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Pleret, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 23.30.
Saat itu, korban yang berdomisili di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, itu hendak COD-an motor Mega Pro miliknya,
Dia mau membeli motor dengan cara tukar tambah dengan seseorang dan janjian bertemu di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
Tiba di lokasi kejadian, korban berhenti lantaran tidak tahu arah jalan. Lelaki yang sehari-harinya jadi karyawan penjual bakso di Kebonagung itu lantas membuka handphone miliknya. Dia kemudian membuka aplikasi maps, mencari lokasi tempat dia janjian.
Saat itulah, tiba-tiba korban dihampiri dua lelaki tak dikenal. Keduanya berboncengan mengendarai sebuah sepeda motor Honda Beat.
“Salah satunya lalu berteriak, kaosmu c*k. Kemudian mereka tiba-tiba memukuli saya,” terang korban yang berasal dari Kelurahan Sidokarto, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, itu.
Sekitar 10 menit korban dianiaya, sebelum kemudian dihentikan warga sekitar. Kedua pelaku lantas melarikan diri sembari membawa kabur kaus dan helm korban. Seketika itu banyak warga berdatangan.
“Saya luka lebam pada mata kanan dan kiri, nyeri di pipi kanan dan kiri, nyeri di lutut kanan dan kiri. Paling parah mata kanan,” terang korban.
Korban lantas diantar warga sekitar pulang ke tempat tinggalnya di Kebonagung. Minggu (9/2) pagi, korban melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polsek Purworejo.
Namun, petugas mengarahkan korban melapor ke Polsek Pohjentrek. Di Polsek Pohjentrek, petugas mengarahkan korban melapor ke Polres Pasuruan Kota.
“Akhirnya saya melapor ke Polres Pasuruan. Karena sebelumnya, Polsek Pohjentrek menyatakan bahwa kasus perguruan silat jadi urusan Polres,” katanya.
Korban menduga, dua lelaki yang menganiaya dirinya adalah anggota sebuah perguruan silat. Sebab, saat itu terduga pelaku yang dibonceng mengenakan baju hitam berlambang hati bersinar.
Sementara korban sendiri adalah anggota sebuah perguruan silat yang lain.
“Saya pakai kaus bergambar perguruan silat saya ini niatnya bukan mencari masalah. Saya mau COD motor dengan seseorang di Kecamatan Kejayan. Saya sudah melapor ke Polres,” ujarnya.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi menyatakan, kasus ini masih penyelidikan.
Kedua terduga pelaku sedang diselidiki apakah benar anggota perguruan silat yang berlambang hati bersinar atau bukan.
“Entah benar terduga pelaku anggota perguruan silat atau bukan, masih lidik,” tuturnya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi