PURWODADI, Radar Bromo - Sudah sepekan warga terdampak bencana alam tanah gerak, di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, menempati tiga ruang kelas di SDN Cowek II.
Selama itu pula, belum ada tanda-tanda mereka akan direlokasi ke tempat yang lebih layak.
Alasannya, tempat yang ada saat ini, masih mumpuni untuk ditempati. Apalagi, untuk memindahkan para pengungsi, tidak mudah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menyampaikan, sejak Rabu (29/1) malam, warga menempati ruang kelas SDN Cowek II Purwodadi.
Total ada sebanyak 176 orang yang menempati ruangan sekolah setempat.
Dari jumlah itu, 32 pengungsi merupakan anak-anak dan balita. Sementara 12 di antaranya merupakan lansia. Dan satu merupakan ibu hamil. Selebihnya, masyarakat umum.
Ia menambahkan, pemindahan tempat bagi pengungsi memang masih dalam opsi. Hal ini seiring dengan berbagai pertimbangan yang ada.
“Memang ada rencana untuk memindahkan warga yang menggungsi. Tapi belum final. Karena masih dalam pembahasan,” terangnya.
Karena, tak mudah untuk memindahkan para pengungsi tersebut. Selain butuh persiapan yang matang, juga sarana dan prasarana yang menunjang.
Apalagi, tempat yang dihuni para pengungsi saat ini, masih mumpuni. Meski ada retakan, namun tidak membahayakan. Sebab, bukan imbas bencana tanah gerak.
Baca Juga: Korban Melapor, Dua Anak di Pasuruan Ditahan di Mapolres
“Memang ada opsi untuk tempat yang bisa digunakan. Ada TKD dengan menggunakan tenda ada pula bangunan milik warga. Tapi, masih belum diputuskan. Mengingat, sekolah yang ditempati saat ini, masih mumpuni untuk digunakan,” bebernya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin