Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemeliharaan Payung Madinah Kota Pasuruan Dialokasikan Rp 360 Juta, Begini Respons DPRD

Fahrizal Firmani • Jumat, 17 Januari 2025 | 14:00 WIB
WISATA BARU: Sejumlah warga menikmati keindahan Payung Madinah Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu.
WISATA BARU: Sejumlah warga menikmati keindahan Payung Madinah Kota Pasuruan, beberapa waktu lalu.

PASURUAN, Radar Bromo - Anggaran yang disiapkan Pemkot Pasuruan untuk pemeliharaan Payung Madinah tahun ini, naik lipat dua.

Alasannya, jumlah Payung Madinah yang ditangani bertambah. Mulai tahun ini, ada 12 unit.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Dyah Ermitasari mengatakan, ada 12 Payung Madinah yang akan ditangani pemkot. Naik dibanding tahun lalu yang hanya enam unit.

Tahun lalu, pihaknya hanya memelihara enam unit payung di sisi utara yang digarap pada 2022. Sementara, enam titik lainnya di sisi selatan masih menjadi tanggung jawab pelaksana proyek. Karena payung di sisi selatan baru dibangun pada 2023.

Pemeliharaan setiap payung dialokasikan Rp 30 juta. Karena ada 12 unit, maka total anggaran pemeliharaannya yang disiapkan mencapai Rp 360 juta.

Anggaran ini akan digunakan selama satu tahun dan tidak harus habis terpakai. Hanya saat ada payung yang butuh perbaikan.

“Misalnya, ada payung yang patah atau robek, baru menggunakan anggaran pemeliharaan ini. Jika tidak, ya tidak perlu dipakai," jelasnya.

Mita–sapaan Dyah Ermitasari–saat ini baru enam payung di sisi utara yang menjadi aset pemkot. Karena enam payung di sisi selata belum diserahkan oleh rekanan, PT Dwi Unggul Abadi.

Selama belum diserahkan, kontraktor yang bertanggung jawab. Ia mengaku sudah berkirim surat ke pelaksana. Agar hasil pengerjaannya segera diserahkan ke Pemkot.

Selain itu, Mita memastikan jumlah Payung Madinah tidak akan bertambah. Pemkot tidak berencana menambahnya. Katanya, 12 unit Payung Madinah ini sudah simetris dan sesuai areal Masjid Agung Al Anwar Kota Pasuruan. Jika ditambah, dikhawatirkan bisa mengurangi keindahan.

“Awal tahun ini, enam payung masih kewenangan rekanan. Tapi, diharapkan Februari, pelaksana sudah menyerahkan ke kami," katanya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan Yanuar Priambada mengaku, mengapresiasi keberadaan Payung Madinah. Karena bisa menjadi wisata baru di Kota Pasuruan. Kawasan ini pun ramai pengunjung, termasuk warga luar kota.

Karena itu, menurutnya, adanya anggaran pemeliharaan sampai Rp 360 juta untuk wajar. Katanya, adanya Payung Madinah juga bisa menggerakkan roda perekonomian pedagang di sekitarnya.

Namun, menurutnya yang perlu diperhatikan, Payung Madinah ini harus memiliki imbas langsung melalui pendapatan asli daerah (PAD). Karena dari pendapatan parkir saja, tahun lalu bocor.

“Karena angka Rp 360 juta bukan angka yang sedikit. Perlu dipikirkan juga dampak langsung ke pemkot. Jadi tidak hanya mengeluarkan, tapi juga ada pemasukan," tutur politisi Partai Golkar ini. (riz/rud)

Editor : Ronald Fernando
#Payung Madinah #wisata religi #Pemeliharaan #pemkot pasuruan