Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bikin Merinding, Ini Pengakuan Sopir Truk yang Menabrak Dua Rumah saat Melintas di Jembatan Pacarkeling Kejayan

Mokhamad Zubaidillah • Kamis, 19 Desember 2024 | 18:48 WIB

 

HILANG KENDALI: Kondisi truk muat beras usai menabrak dua rumah warga di Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi (19/12). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
HILANG KENDALI: Kondisi truk muat beras usai menabrak dua rumah warga di Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi (19/12). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

KRATON, Radar Bromo-Sebuah truk fuso memuat beras seberat 20 ton nyungsep hingga menyasak 2 rumah warga di Dusun/ Desa Kebotohan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Kecelakaan itu terjadi Kamis (19/12/2024) pagi. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Sebelum peristiwa itu terjadi, sopir mengaku batuk-batuk dan hilang kesadaran saat melintas di jalur tikungan yang terkenal werit alias angker tersebut.

M.Mas’ud, 47, sopir truk fuso asal kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi menceritakan, saat itu ia sedang dalam perjalanan mengirim beras dari Bali menuju ke Malang.

Dalam perjalanannya, Mas’ud tidak sendirian.  Ia ditemani oleh kenetnya, Rahmadi, 48, warga kecamatan Kanigoro, Kabupaten Banyuwangi.

Selama perjalanan itu mereka mengaku tidak ada kendala sama sekali.

Namun, ketika mendekati TKP, sekitar jam 02.30 dini hari, tepatnya beberapa meter sebelum melewati Jembatan Pacarkeling Kejayan si sopir merasakan ada yang mengganjal di tenggorokannya. 

Rasanya seperti orang tercekik hingga ia terbatuk-batuk kesakitan. Saking sakitnya ia mengaku sampai hilang kesadaran.

Alhasil, truk yang dikemudikannya itu jadi tak terkendali. Truk bermuatan berat tersebut melaju lurus di jalan tikungan barat jembatan.

Truk lantas nyungsep dan terhenti usai menabrak dua bangunan milik warga sekitar.

Dua rumah itu adalah milik Misbahul Munir, 50 dan Zainal Arifin, 25 yang berada tepat di tepi jalan. Keduanya merupakaan warga yang tinggal di RT 04 RW 01 Desa Kebotohan.

“Pokoknya setelah batuk-batuk itu saya nggak sadar. Semua terlihat gelap. Tahunya setelah dibangunkan oleh kenet saya,” ungkap Mas’ud.

Betapa terkejutnya Mas’ud setelah tahu kalau truknya terjebak diantara runtuhan bangunan rumah.

Sebelumnya, saat kondisi truk tak terkendali, si kenet Rohmadi yang mengaku panik juga sempat ikut memegangi setir yang dikemudikan Mas’ud. Tapi, truk sudah dalam kondisi melaju kencang.

“Waktu itu saya kaget. Kok laju truk ini lurus terus. Saya sampai tepuk-tepuk pundak sopir dan ikut memegangi setir. Tapi terlambat,” timpal Rohmadi.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Hanya kerugian materiil saja.

Dari dua rumah warga itu, rumah Zainal mengalami kerugian lebih besar dibanding milik Munir.

Dapur, kamar mandi dan bagian ruang tamu rumah Zaenal porak-poranda tertimpa truk.

Tak cukup itu, dua unit motor Honda jenis Vario dan Beat yang diparkir di dalam rumah tersebut juga rusak tertimpa reruntuhan dinding dan atab bangunan.

Selain dua motor, semua perabotan rumah tangga juga berserakan. Sedangkan rumah Munir hanya mengalami kerusakan di bagian teras samping rumah. Teras beratap kayu dan asbes di rumah ini rata tertimpa bak truk.

Saat kejadian itu, Munir mengaku sedang tidur di kamar sebelah ruang tamu. Biasanya ia terbangun jam 03.00 pagi.

Pria yang juga nyambi berjualan jajanan di rumahnya inipun merasa bersyukur masih diberikan keselamatan.

Sebab, jam-jam segitu biasanya ia ramai didatangi para pelangganya untuk menitipkan dagangan kue kepadanya.

“Jadi kalau jam 03.00an itu biasanya kami sudah bangun dan melayani para pelanggan pembuat jajanan untuk dititip-jualkan di rumah. Alhamdulillah kami semua dihindarkan dari musibah,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang diderita akibat kejadian tersebut. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#Merinding #angker #pasuruan #kraton #truk tabrak rumah #kejayan