PASURUAN, Radar Bromo - Banjir masih menggenangi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Rejoso. Namun, air yang merendam mulai mengalami penyusutan.
Seperti yang terjadi di Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso. Semula, ketinggian air mencapai 80 sentimeter.
Namun saat ini, berkisar antara 30 sentimeter hingga 40 sentimeter. Begitu juga di wilayah Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso.
Ketinggian air yang semula mencapai satu meter, kini menjadi kisaran 40 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, banjir perlahan surut. Rata-rata ketinggian saat ini, sekitar 50 sentimeter.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya fokus di empat desa yang ada di Kecamatan Rejoso.
Seperti Jarangan, Rejoso Lor, Toyaning dan Patuguran. “Pendirian dapur umum juga kami realisasikan di masing-masing desa,” sampainya.
Menurut Sugeng, banjir meredam sekitar 2.361 KK atau 7.083 jiwa. Karena itu, ia berharap support dari masyarakat untuk membantu warga yang terdampak.
“BPBD Kabupaten Pasuruan siap berkoordinasi, bila ada lembaga, instansi ataupun perorangan yang ingin membantu masyarakat terdampak banjir,” papar dia.
Di sisi lain, Kades Jarangan, Kecamatan Rejoso, Mukminin mengungkapkan, saat ini banyak pengungsi yang memilih pulang ke rumah.
Mereka melakukan aktivitas bersih-bersih rumah. Namun, bukan tidak mungkin, mereka akan kembali ke pengungsian, jika cuaca tidak kondusif kembali.
“Banjir sudah mulai surut. Banyak warga yang memilih pulang, untuk bersih-bersih,” sampainya.
Tak hanya di Rejoso, banjir juga menggenangi wilayah Desa/Kecamatan Gempol. Banjir menggenangi perkampungan setempat, sudah beberapa hari terakhir.
Ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
“Ada ratusan KK yang tergenang air. Masing-masing ada di Dusun Tanjung dan Wonoayu. Sudah berlangsung lima hari terakhir. Sekarang mulai surut,” kata Sekdes Gempol, Makful Arif. (ube/zal/one)
Baca Juga: Pj Gubernur Tinjau Banjir di Pasuruan, Ini Yang Bakal Dilakukan
Editor : Jawanto Arifin