BUGUL KIDUL, Radar Bromo-Perlintasan kereta api di sekitar Bokwedi, Lingkungan Bitingan, Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan tempat terjadinya tabrakan mobil Ford Everest dan KA Tawangalun sejatinya sudah dilengkapi palang.
Namun, keberadaannya belum maksimal. Palang itu masih manual. Hanya berupa tiang pembatas yang dikasih pemberat. Atau berupa portal.
Saat ada KA datang, biasanya ada warga yang menurunkan palang portal itu.
“Warga sekitar biasanya menurunkan palang saat ada yang lewat. Biasanya yang menurunkan itu yang jaga warung di sekitar lokasi,” terang Muniri, ketua RT 01/ RW 06 Bintingan.
Namun, warung itu hanya buka sore hingga malam hari. Lantaran itu, saat pagi hingga siang hari, palang portal itu tak diturunkan.
“Rawan-rawannya pagi sampai siang atau saat sebelum warung itu buka,” imbuhnya.
Diceritakannya, palang portal itu dibangun secara swadaya oleh warga. Mengingat, perlintasan KA itu memang rawan terjadi kecelakaan.
Sebab, kondisi perlintasan lebih tinggi dari jalanan kampong. Sehingga mobil dari arah utara, agak terhalang pandangannya.
Ketua RT setempat pun berharap Pemkot melalui Dishub segera merealisasikan pembangunan pos perlintasan di kawasan setempat. Sebab, keberadaannya dinilai penting.
Diketahui, kecelakaan yang melibatkan kereta api (KA) kembali terjadi di Kota Pasuruan. Kamis siang (7/11), KA Tawangalun relasi Banyuwangi-Malang menabrak mobil SUV Ford Everest.
Mobil berwarna hitam itu memuat lima orang. Tabrakan itu terjadi di lintasan kereta api Bokwedi, Lingkungan Bintingan, Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB.
Tak ada korban jiwa dalam tabrakan itu. Hanya saja, empat penumpang mobil mengalami luka-luka. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi